Warga Flores Trauma, Gempa Susulan M5,8 Guncang Ende
Warga di Pulau Flores masih trauma
Trauma dan kesiagaan warga
Menurut Andreas, dampak psikologis terhadap warga di Pulau Flores masih signifikan. Meski intensitas gempa susulan lebih kecil, getaran tetap dirasakan oleh masyarakat setempat.
"Situasi di masyarakat di Pulau Flores rata-rata masih trauma dengan guncangan yang sangat besar kemarin. Sampai saat ini... masih terjadi getaran meskipun lebih kecil,"
Akibatnya banyak warga menunda aktivitas normal dan memilih tetap berjaga di area aman. Mereka mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang dapat memicu kerusakan tambahan.
Korban dan upaya penanganan
Data korban jiwa dan luka masih bersifat dinamis karena proses pendataan dan penanganan terus berjalan di lapangan. Andreas menjelaskan angka korban berubah seiring cakupan wilayah terdampak yang luas.
"Korban jiwa dan luka-luka berat dan ringan memang berubah terus karena luasnya wilayah dampak dari gempa ini. Namun hari ini nampaknya sudah mulai mereda,"
Koordinasi antara pemerintah daerah, organisasi sosial, dan masyarakat dimulai untuk mempercepat bantuan. PDI Perjuangan melalui DPP Bidang Penanganan Bencana juga mengerahkan bantuan darurat, termasuk pembangunan dapur umum di beberapa kabupaten terdampak.
"Setelah berkonsultasi dengan DPP Bidang Penanganan Bencana. Partai segera menginstruksikan bantuan tanggap darurat... sehingga di setiap kabupaten dibangunlah dapur-dapur umum,"
Meski demikian, Andreas menilai kebutuhan masih jauh dari terpenuhi. Banyak warga dan pemerintah daerah saling bergotong royong untuk menutupi kekurangan pasokan dan fasilitas darurat.
Gempa Ende pagi ini: data BMKG
BMKG melaporkan gempa Magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Ende pada 17 Agustus 2026 pukul 07.46.43 WIB. Pusat gempa terletak di laut sekitar 40 km timur laut Nagekeo dengan kedalaman 10 km.
"Pusat gempa berada di laut, 40 km timur laut Nagekeo. 17 Agustus 2026, pukul 07.46.43 WIB,"
BMKG menyampaikan gempa ini dirasakan masyarakat dengan skala MMI III hingga IV di beberapa kabupaten termasuk Ende, Nagekeo, Manggarai, dan Sumba Timur. Lembaga ini juga memastikan gempa tidak berpotensi tsunami namun mengimbau kewaspadaan terhadap susulan.
"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,"
Informasi resmi lebih lanjut dapat diakses melalui situs BMKG.
Dampak jangka pendek dan kebutuhan mendesak
Penanganan darurat akan fokus pada pencarian korban, layanan kesehatan, dan penyediaan logistik seperti makanan dan tempat penampungan sementara. Kebutuhan psikososial juga penting mengingat trauma yang dialami komunitas terdampak.
Koordinasi lintas lembaga dan bantuan dari masyarakat diharapkan terus ditingkatkan untuk mempercepat pemulihan. Warga diminta tetap mengikuti arahan resmi dan menghindari area yang rawan bangunan rusak hingga kondisi dinyatakan aman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Yusuf Ronodipuro Siarkan Proklamasi Indonesia ke Dunia
Yusuf Ronodipuro, penyiar 26 tahun, berhasil menyiarkan teks Proklamasi ke dunia dari studio yang dikepung J...
76 Paskibraka 'Tim Indonesia Berdaulat' Kibarkan Merah Putih
76 Paskibraka Tim Indonesia Berdaulat mengibarkan Merah Putih di Istana Merdeka pada HUT ke-81 RI, 17 Agustu...
Mengenal Flores Back-Arc Thrust, Sesar di Balik Gempa Magnitudo 7,7 NTT
Gempa Magnitudo 7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 terkait Flores Back-Arc Thrust; BMKG sempat keluarkan pering...
Menteri Pimpin HUT ke-81 di NTT; Penanganan Gempa Jadi Prioritas
Sejumlah menteri ditugaskan ke NTT untuk memimpin HUT ke-81 sambil menangani dampak gempa; BMKG catat 1.598...
Kemenimipas Beri Remisi 174.791 Narapidana pada HUT ke-81
Kemenimipas memberi remisi kepada 174.791 napi dan Anak Binaan pada HUT RI ke-81, simbolis di Tangerang dan...
Polres Ende Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa
Polres Ende menggelar trauma healing untuk 17 anak korban gempa di Lokoboko pada 16 Agustus 2026, guna memul...