Nasional

Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres

Bagikan:
Budi Tanuwibowo usai pelantikan menjadi anggota Wantimpres di Istana Negara

Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Budi Tanuwibowo resmi dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Budi menyatakan terharu karena penunjukan itu memberi perhatian setara kepada komunitas Konghucu yang jumlahnya relatif kecil dan pernah mengalami pembekuan resmi.

Pelantikan dan reaksi pribadi

Budi mengungkapkan rasa kaget dan haru usai prosesi pelantikan. Ia menilai penunjukan itu sebagai pengakuan terhadap peran komunitasnya dalam kehidupan kebangsaan.

"Saya tentu sangat terharu karena sebagai bagian yang jumlahnya paling kecil tapi mendapat perhatian yang sama. Saya sangat surprise karena seperti mungkin teman-teman tahu, saya ini dari komunitas Konghucu, jumlahnya paling minim,"

Perasaan itu muncul di tengah ingatan panjang soal sejarah pembekuan aktivitas komunitas Konghucu pada era Orde Baru. Bagi Budi, momen pelantikan ini bermakna simbolik dan politik.

Sejarah MATAKIN dan kontribusi sejarah

Budi menjelaskan bahwa Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia merupakan salah satu majelis agama tertua di republik ini. Ia menyebutkan tanggal awal berdirinya organisasi tersebut dan beberapa fase penting dalam perjalanan organisasi.

Menurut keterangan Budi, MATAKIN berdiri sejak 17 Maret 1900. Aktivitasnya sempat dilarang pada masa pendudukan Jepang, lalu bangkit kembali pada 1955. Namun pada era Orde Baru, komunitas Konghucu mengalami pembekuan dari 1978 hingga 1998 dan baru dipulihkan pada masa pemerintahan pasca-Reformasi.

"Jumlahnya paling minim dan pernah mengalami proses pembekuan cukup lama dari tahun 1978 sampai tahun 1998. Baru pulih di era awal pemerintahan Pak Habibie sampai kemudian Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi, dan sekarang,"

Budi juga menyinggung keterlibatan umat Konghucu dalam proses kemerdekaan, termasuk peran tokoh seperti Djiaw Kie Siong dalam peristiwa yang berkaitan dengan BPUPKI.

Makna bagi keberagaman nasional

Penunjukan Budi di Wantimpres menurutnya menunjukkan komitmen negara terhadap prinsip Bhineka Tunggal Ika. Ia berharap hal ini memperkuat kerukunan dan mendorong kemajuan nasional.

"Dengan peristiwa hari ini (Pelantikan), saya merasa negeri ini benar-benar sudah memegang teguh salah satu pilarnya, semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika. Mudah-mudahan dengan kebersamaan yang semakin utuh, semakin kokoh,"

Ia menambahkan bahwa potensi besar Indonesia akan lebih mudah diwujudkan bila kerukunan dan kesigapan rakyat terus dipelihara.

Proses penunjukan singkat

Budi mengatakan ia dihubungi langsung oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Jumat pagi pada hari yang sama. Setelah menerima telepon, pelantikan dilaksanakan pada sore hari di Istana.

"Ini saya terus terang kaget ya. Karena baru tadi pagi menerima telepon dari Pak Teddy Indra Wijaya untuk menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden,"

Penempatan tokoh dari komunitas Konghucu di Wantimpres memberi sinyal pengakuan terhadap keberagaman. Ke depan, peran Budi di dewan diharapkan dapat menyuarakan isu-isu keagamaan, kebudayaan, dan kerukunan antarumat di tingkat nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait