Wagub Aceh Minta Penambahan PBI JK 331.984 Jiwa
Jakarta, 20 Mei 2026 — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah melakukan pertemuan kerja dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta pada Rabu sore pukul 17.00 WIB. Pertemuan fokus pada permohonan penambahan alokasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), dukungan penanganan pascabencana, dan pengembangan program pendidikan di Aceh.
Permintaan penambahan PBI JK
Pada pertemuan itu, Wagub Aceh yang akrab dipanggil Dek Fadh didampingi Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal. Mereka menyampaikan kebutuhan penambahan alokasi PBI JK bagi masyarakat Aceh sebanyak 331.984 jiwa. Permohonan ini diajukan agar keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.
"Kami menyampaikan langsung kepada Bapak Menteri Sosial terkait kebutuhan penambahan alokasi PBI JK bagi masyarakat Aceh. Ini menjadi perhatian utama Pemerintah Aceh agar masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan yang layak," ujar Fadhlullah usai pertemuan.
Permintaan dukungan pascabencana hidrometeorologi
Pemerintah Aceh juga memohon dukungan untuk penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa wilayah akhir-akhir ini. Wagub menekankan perlunya bantuan pusat untuk mempercepat proses tanggap darurat dan pemulihan.
"Kami juga menyampaikan kondisi sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh serta kebutuhan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Sosial, agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih optimal," kata Wagub.
Pengembangan Sekolah Rakyat
Selain isu jaminan kesehatan dan bencana, delegasi Aceh memaparkan progres pembangunan Sekolah Rakyat. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Pemerintah Aceh meminta sinergi dan dukungan program dari Kementerian Sosial agar Sekolah Rakyat dapat beroperasi maksimal dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Hasil dan prospek kerja sama
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi antara Pemerintah Aceh dan Kementerian Sosial. Pemerintah Aceh berharap koordinasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Langkah selanjutnya adalah tindak lanjut administrasi dari Kementerian Sosial terkait verifikasi data dan mekanisme penambahan alokasi PBI JK, serta pembahasan teknis dukungan pascabencana dan program pendidikan.
Berita Terkait
Pasar Murah Aceh Besar Bantu Warga Jelang Idul Adha
Ketua TP PKK Aceh Besar apresiasi Pasar Murah di Peukan Bada yang bantu warga dapatkan kebutuhan pokok terja...
Ketua Dekranasda Sumbang 3 Canting Batik dan 1 Mesin Tenun di Aceh Besar
Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, menyumbang tiga canting batik dan satu mesin tenun untuk pengrajin b...
43 CPNS Kemenag Nagan Raya Dilantik Jadi PNS
Sebanyak 43 CPNS Kemenag Nagan Raya dilantik menjadi PNS oleh Menag Nasaruddin Umar pada 21 Mei; mayoritas a...
Pemadaman Listrik Sumatera: PLN Periksa Jaringan Setelah Padam 23 Mei
Seluruh Sumatera padam listrik Jumat 23/5 pukul 18.45 WIB. PLN Sumut kerahkan tim teknis untuk pemeriksaan d...
Ibadah Qurban: Makna Spiritual dan Sosial di Aceh Besar
Tgk Tarmizi: qurban adalah sarana membersihkan jiwa dan memperkuat solidaritas sosial, disampaikan pada khut...
Posyandu Aceh Dukung Target Vaksinasi dan IDL, Cakupan 34%
Ketua TP Posyandu Aceh dukung upaya Kemenkes tingkatkan vaksinasi dan IDL; cakupan Aceh saat ini 34% dan tar...