Politik

DPRD Surabaya Usulkan Minibus untuk Wira Wiri Rute Kenpark–Purabaya

Bagikan:
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan membahas peningkatan armada Wira Wiri

Surabaya — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mendorong peningkatan kapasitas armada Feeder Wira Wiri pada rute Kenpark–Purabaya. Dorongan muncul karena tingkat keterisian penumpang tinggi dan jarak perjalanan yang cukup jauh. Usulan itu disampaikan setelah Pemkot Surabaya mengoperasikan mikrobus baru di rute TIJ–Lakarsantri pada Senin (26/10/2026).

Usulan upgrade ke minibus

Eri menilai peningkatan kapasitas tidak cukup hanya menambah jumlah kendaraan. Ia mengusulkan penggantian armada menjadi minibus agar kenyamanan penumpang meningkat sesuai permintaan rute.

“Dan sekarang kita harapkan bisa upgrade ke minibus, karena situ load factornya cukup tinggi. Dan untuk kenyamanan penumpang juga karena jaraknya lumayan jauh,”

Menurutnya, pemetaan karakteristik tiap rute perlu dilakukan, termasuk tingkat keterisian, panjang perjalanan, dan kebutuhan warga. Rute dengan permintaan tinggi harus disesuaikan kapasitas kendaraannya.

Integrasi layanan dengan Trans Jatim

Selain kapasitas, DPRD Surabaya menekankan konsolidasi konektivitas antarlayanan, khususnya integrasi Wira Wiri dengan Trans Jatim. Fokusnya adalah akses penghuni rumah susun menuju pusat kota.

“Dengan Trans Jatim, namanya masuk ke konsolidasi lagi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur. Jadi titiknya sudah disiapkan di sekitar rusun untuk kemudian dibawa masuk ke tengah kota,”

Koordinasi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur sedang berlangsung untuk mengakomodasi titik layanan di sekitar rumah susun. Tujuannya mempermudah mobilitas penghuni yang membutuhkan akses ke kawasan pusat kota.

Pengawasan pengemudi dan pelibatan pihak ketiga

Eri juga menyoroti kebutuhan pengawasan terhadap pengemudi dan helper Wira Wiri menyusul keluhan pengguna soal perilaku pengemudi. Ia menyebut pengemudi yang sempat viral berasal dari pihak ketiga dan sudah dikenai sanksi.

“Jadi kemarin disepakati juga kita menambah pengawasan melalui PT Surveyor Indonesia,”

Pengawasan diarahkan untuk mencegah praktik yang membahayakan keselamatan, seperti mengemudi ugal-ugalan dan prosedur menaik-turunkan penumpang yang tidak sesuai ketentuan. Namun evaluasi tetap mempertimbangkan kondisi lapangan.

“Jadi driver dan helper-nya juga berharap situasi lapangan ini dipahami. Jadi tidak, kecuali yang memang ugal-ugalan di tengah, ugal-ugalan itu memang salah,”

Eri menekankan pengawasan harus berjalan seiring audit kondisi infrastruktur, seperti ketiadaan trotoar dan titik macet yang mempengaruhi operasional.

Mikrobus baru TIJ–Lakarsantri sebagai bahan evaluasi

Pemkot Surabaya mulai mengoperasikan 18 mikrobus baru di rute TIJ–Lakarsantri pada 26 Oktober 2026, dengan satu unit cadangan dari 19 yang disiapkan. Kendaraan baru menggantikan armada berkapasitas lebih kecil untuk menyesuaikan permintaan penumpang.

DPRD menyatakan langkah ini bisa jadi bahan evaluasi untuk peningkatan bertahap layanan Wira Wiri, termasuk kajian teknis untuk rute Kenpark–Purabaya. Tujuannya agar transportasi publik Surabaya lebih nyaman, aman, dan efektif bagi mobilitas warga.

Penutup: Eri berharap pengembangan layanan mengikuti pendekatan terukur: penyesuaian kapasitas, integrasi antarmoda, serta penguatan pengawasan operasional. Dengan evaluasi menyeluruh, harapannya transportasi publik Surabaya lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait