Politik

Surabaya atasi polusi udara lewat SRL dan penataan jam truk

Bagikan:
Ilustrasi polusi udara dan kereta SRL di Surabaya

Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya menempatkan dua kebijakan kunci untuk menurunkan polusi udara dan kemacetan: penataan jam melintas truk industri di koridor utama dan pembangunan moda rel Surabaya Regional Railway (SRL). Langkah ini diumumkan Wali Kota Eri Cahyadi sebagai upaya mengurai titik emisi harian serta memangkas kemacetan akibat angkutan berat dan kendaraan komuter aglomerasi.

Kebijakan kunci untuk mengurai emisi

Pemkot akan menerapkan skema waktu melintas bagi angkutan berat. Aturan waktu ditujukan untuk mengurangi pertemuan antara truk industri dan arus komuter di jalan utama. Kebijakan ini dipandang sebagai intervensi langsung pada sumber emisi bergerak yang rutin menimbulkan kemacetan.

Selain itu, mode transportasi rel dijadikan solusi jangka menengah hingga panjang. Kombinasi pengaturan jam truk dan peralihan penumpang ke rel diharapkan menurunkan kadar polutan secara signifikan.

Rencana pembangunan SRL dan layanan pengumpan

Eri menyatakan proyek SRL dijadwalkan memulai pembangunan fisik pada awal 2027. Target operasional penuh ditetapkan antara 2028 hingga awal 2029. Rute ini akan menghubungkan kawasan aglomerasi sehingga mengurangi beban kendaraan pribadi dan bus antarkota.

Untuk menyambung perjalanan penumpang dari stasiun akhir ke lokasi kerja, Pemkot menyiapkan armada pengumpan Wira-Wiri. Armada ini dirancang terkoneksi dan berbiaya terjangkau agar tidak membebani pekerja komuter.

Ketika dari Sidoarjo bekerja di Surabaya, dia berhenti menggunakan SRL, menggunakan kereta. Di titik berhenti menuju ke tempat kerjanya, sudah ada Wira-Wiri yang disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan biaya terkoneksi dan tidak terlalu mahal, sehingga tidak terbebani dalam pembiayaan atau mengurangi gaji harian mereka.

Keluhan publik dan bukti fenomena

Keluhan soal kualitas udara di Surabaya ramai di media sosial. Warga mengunggah foto dan status yang mempertanyakan apakah kondisi udara akibat kabut atau polusi.

  • Pengguna @nemogino menulis pada 26/10/2026: “Surabaya hari ini antara berkabut atau mendung tanpo udan”.
  • Pengguna @grc.philip mengunggah pada 15/10/2026 dengan caption: “surabaya jam 5.30. Apakah ini polusi”.

Catatan publik ini menjadi salah satu alasan percepatan kebijakan pengendalian emisi dan transportasi terpadu.

Dampak yang diharapkan dan prospek

Dengan integrasi SRL dan layanan pengumpan Wira-Wiri, Pemkot menargetkan solusi permanen untuk menurunkan emisi kendaraan. Pengaturan jam truk diharapkan mengurangi kemacetan puncak dan memperlancar lalu lintas komuter.

Ke depan, keberhasilan langkah ini akan bergantung pada koordinasi lintas kabupaten/kota di aglomerasi. Evaluasi penerapan waktu melintas dan kesiapan infrastruktur SRL perlu dimonitor agar tujuan pengurangan polusi tercapai.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait