Politik

Banteng Futsal League: Banteng Ngrambe Juara di Ngawi

Bagikan:
Pemain Banteng Ngrambe mengangkat trofi juara di GOR Bung Hatta, Ngawi

Ngawi — Siswa SMP Negeri 3 Ngrambe, Wazza Sinatra Putra (14), ikut mengantar Banteng Ngrambe menjadi juara Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026 pada Minggu, 25 Oktober 2026 di GOR Bung Hatta, Kabupaten Ngawi. Turnamen ini menghadirkan 21 tim dari pengurus anak cabang PDI Perjuangan se-Kabupaten Ngawi dan membuka ruang bagi pemain pelajar sesuai ketentuan panitia.

Banteng Ngrambe keluar sebagai juara

Banteng Ngrambe menjuarai turnamen setelah mengalahkan Banteng Ngawi pada laga final. Posisi ketiga ditempati Banteng Paron dan Banteng Karangjati. Kompetisi berjalan lewat babak penyisihan grup, kemudian berlanjut ke delapan besar, semifinal, dan final di GOR Bung Hatta.

Panitia mensyaratkan setiap tim menyertakan unsur pelajar dalam skuad. Aturan ini membuat turnamen bukan sekadar persaingan antartim, melainkan juga wadah pengembangan bakat muda di Kabupaten Ngawi.

“Tentu saja kami sangat bangga. Dengan persiapan yang tidak begitu lama, namun kami berhasil keluar sebagai juara,”

kata Danang Wahyu Krisdianto, Ketua PAC PDI Perjuangan Ngrambe dan ofisial Banteng Ngrambe.

Kesempatan berharga bagi pemain muda

Wazza dan tiga rekan se-tim lain yang masih berstatus pelajar mendapat kesempatan tampil penuh. Bagi mereka, turnamen menjadi ajang menguji keterampilan melawan lawan dari kecamatan lain dan menambah jam terbang pertandingan.

“Memang sudah hobi main futsal. Kebetulan diajak untuk ikut bergabung dalam tim Ngrambe. Alhamdulillah bisa menang,”

kata Wazza, yang menyebut berharap turnamen ini bisa digelar setiap tahun.

Pelajaran dari kekalahan

Tidak semua tim melaju jauh. Banteng Widodaren yang diperkuat Muhammad Rizky Alfiano, siswa kelas X SMA Negeri 1 Widodaren, tersingkir pada babak penyisihan. Meski demikian, Rizky menilai pengalaman bertanding lebih penting daripada hasil semata.

“Kalah menang biasa dalam pertandingan. Tetapi pengalaman bertanding dengan pelajar asal kecamatan lain menjadi sesuatu yang berharga bagi kami. Semoga bisa rutin digelar,”

Kata-kata Rizky menegaskan bahwa pertandingan memberi pelajaran teknis dan mental bagi pemain muda, termasuk mengenali kelemahan dan kekuatan lawan.

Rencana menjadi agenda tahunan

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyatakan turnamen ini direncanakan menjadi agenda tahunan. Harapannya, kegiatan berkelanjutan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pemain muda mengasah kemampuan melalui kompetisi resmi.

Turnamen seperti ini meninggalkan dua hasil penting: daftar juara dan pengalaman berharga bagi generasi muda. Wazza pulang bersama trofi juara. Rizky pulang membawa pelajaran. Keduanya berharap lapangan tetap terbuka demi kelanjutan pembinaan futsal di Kabupaten Ngawi.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait