Politik

Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026 Konsolidasikan PDI Perjuangan Ngawi

Bagikan:
Suasana pertandingan Banteng Futsal League Mbah Kung Cup di GOR Bung Hatta Ngawi

Ngawi — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026 pada Minggu, 25 Oktober 2026, di GOR Bung Hatta. Turnamen diikuti 21 tim dari PAC, DPC, Banteng Muda Indonesia (BMI), dan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Ngawi. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya konsolidasi internal partai sekaligus menjaring dan mendekatkan kader dengan generasi muda menjelang Hari Sumpah Pemuda.

Turnamen, peserta, dan suasana

Pembukaan ditandai penyerahan bola futsal oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus anggota DPR RI, Budi Sulistyono (Kanang), kepada perangkat pertandingan. Sebanyak 21 tim berkompetisi, dan tribun dipadati ratusan pendukung yang menyaksikan laga sejak pagi hingga petang.

Peserta berasal dari struktur partai daerah dan organisasi sayap. Format pertandingan berjalan intens dengan antusiasme tinggi dari pemain milenial dan Gen Z, sehingga pertandingan berkembang menjadi arena unjuk bakat bagi talenta lokal.

Tujuan kegiatan

PDI Perjuangan menyatakan turnamen ini sebagai sarana memperkuat komunikasi antaranggota dan menjembatani unsur lintas generasi. Kegiatan juga dimaksudkan untuk menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda melalui olahraga yang digemari anak muda.

"Dalam setiap tim terdapat unsur Gen Z. Sehingga melalui turnamen ini, akan muncul sosok-sosok pemain muda,"

pernyataan tersebut disampaikan oleh Budi Sulistyono untuk menegaskan peran turnamen dalam pembinaan kader muda.

Format tim dan pengembangan pemain

Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko (Mas Antok), mengatakan setiap tim diwajibkan mengombinasikan pemain dari kalangan milenial dan Gen Z. Kebijakan ini dibuat untuk membuka ruang kolaborasi antargenerasi sekaligus memberi kesempatan kepada pemain muda tampil di level kompetitif.

"Tujuannya adalah menggelorakan semangat dan motivasi Sumpah Pemuda kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Ngawi melalui turnamen ini,"

Mas Antok menambahkan futsal dipilih karena popularitasnya di kalangan pemuda dan efektif sebagai wadah untuk menemukan bakat baru.

Perkembangan dan rencana ke depan

Hingga Minggu petang, pertandingan telah memasuki babak delapan besar. Panitia menyatakan turnamen direncanakan menjadi agenda tahunan, dengan harapan membangun ekosistem pembinaan jangka panjang bagi pemain muda di Ngawi.

Dengan menggabungkan aspek kompetisi, konsolidasi organisasi, dan pendekatan kepada generasi muda, penyelenggaraan Mbah Kung Cup menjadi contoh pemanfaatan olahraga sebagai sarana politik sosial dan pembinaan talenta lokal.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait