Politik

Pengurus PAC Sukowono Ziarah ke Makam Soekarno Perkuat Ideologi

Bagikan:
Pengurus PAC Sukowono berziarah di makam Soekarno di Blitar

JEMBER — Pengurus PDI Perjuangan Kecamatan Sukowono, Jember, berziarah ke makam Presiden pertama RI, Soekarno, di Kabupaten Blitar pada akhir Oktober 2026 sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan pemahaman ideologi partai setelah mengikuti pembekalan sejarah dan ideologi yang digelar DPC PDI Perjuangan Jember.

Agenda ziarah dan peserta

Rombongan terdiri dari pengurus PAC hingga tingkat Ranting. Hengky Indra Jaya, Ketua PAC PDI Perjuangan Sukowono, menyebut seluruh pengurus dari 12 Ranting hadir dalam pembekalan sehingga mendapat kesempatan ziarah sebagai penghargaan.

Beberapa waktu lalu, ketika pembekalan tentang sejarah dan ideologi Partai, pengurus Sukowono antusias hingga pengurus 12 Rantingnya hadir,

Kegiatan ziarah bukan sekadar kunjungan seremonial. Menurut Hengky, kader juga diajak memahami pemikiran Soekarno untuk dijadikan pijakan dalam kerja politik sehari-hari.

Apresiasi dari kader dan wakil rakyat

Keberangkatan rombongan merupakan apresiasi dari anggota legislatif yang mendukung inisiatif tersebut. Hengky menyebut dukungan datang dari Candra Ary Fianto, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember daerah pemilihan III, serta Arif Wibowo, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jember-Lumajang.

Menurut penjelasan panitia, dukungan ini diberikan untuk menguatkan spirit kader dalam menerapkan nilai-nilai partai di tingkat akar rumput.

Makna ziarah bagi pemahaman ideologi

Hengky menegaskan bahwa ziarah membantu kader menjiwai ajaran Soekarno dan memahami tujuan pendirian partai sebagaimana diutarakan Bung Karno. Ia berharap kegiatan ini memperjelas orientasi perjuangan politik pengurus.

Setidaknya dengan ziarah ke makam Bung Karno, kami bisa lebih menjiwai ajarannya. Dan mengerti betul mengapa beliau melahirkan partai bukan hanya sekadar untuk merebut kekuasaan, tetapi lebih fokus menyejahterakan rakyat,

Candra menambahkan bahwa pembekalan ideologi tidak boleh berhenti pada teori. Kader mesti menerjemahkan nilai dan semangat perjuangan Soekarno ke dalam praktik politik dan pengabdian kepada masyarakat.

Implikasi ke depan

Rangkaian pembekalan dan ziarah ini diharapkan memperkuat kesatuan pandang antar-pengurus di tingkat kecamatan dan ranting. Jika pemahaman ideologi semakin mantap, para kader diharapkan mampu merumuskan kerja politik yang lebih fokus pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait