Politik

Komisi B Minta PD Pasar Surya Percepat Revitalisasi Pasar

Bagikan:

SURABAYA — Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono (Buleks), mendesak PD Pasar Surya mempercepat revitalisasi pasar tradisional yang sepi dan mengalami kerusakan bangunan. Pernyataan itu disampaikan Jumat, 23 Oktober 2026, saat Buleks menyoroti kondisi beberapa pasar yang menurun aktivitasnya dan berpotensi menambah beban pengelolaan jika dibiarkan.

Dorongan revitalisasi dan inovasi pengelolaan

Buleks menilai perbaikan fisik saja tidak cukup. Manajemen harus mengembangkan model bisnis yang sesuai kebutuhan masyarakat dan karakter tiap pasar.

Ia mendorong kerja sama profesional dan mekanisme transparan agar aset pasar kembali hidup, menarik pembeli, dan memberi kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Contoh pasar yang perlu perhatian

Buleks menyebut beberapa pasar yang membutuhkan perhatian serius, antara lain Pasar Pucang, Pasar Bratang, dan kondisi bagian dalam Pasar Tunjungan yang belum optimal meski area depan tampak ramai.

“Pasar itu lambang kehidupan. Di mana ada pasar, saya yakin di situ ada keuntungan, ada kehidupan, dan ada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tapi kalau kondisinya mangkrak, atap jebol, dan ditinggalkan pedagang, tentu ini menjadi efek jenuh yang harus segera dicarikan solusi,”

Skema kerja sama dan prioritas pedagang

Buleks menekankan aset yang sepi perlu dievaluasi dan, bila perlu, dikontrakkan atau dikerjasamakan dengan pihak profesional secara transparan. Menurutnya, langkah ini lebih baik daripada membiarkan aset tidak produktif.

“Lebih baik aset-aset yang mati atau sepi dikontrakkan atau dikerjasamakan secara transparan, sehingga jelas ada pemasukan kepastian pendapatan bagi perusahaan, daripada dibiarkan mangkrak dan tidak produktif,”

Ia juga meminta prioritas tempat bagi pedagang lama saat pasar direvitalisasi atau direlokasi. Revitalisasi, kata Buleks, harus memulihkan aktivitas perdagangan dan menjaga keberlangsungan usaha pedagang kecil.

Konsep pengembangan dan catatan anggaran

Buleks membuka opsi pengembangan pasar dengan konsep yang lebih menarik, sesuai karakter kawasan. Contohnya, pasar kuliner atau konsep modern yang tetap mempertahankan fungsi pasar rakyat.

Dia menyinggung pengalaman renovasi Pasar Keputran Selatan yang sempat mengalami hambatan. Penyelesaian proyek dan evaluasi pengelolaan perlu diutamakan agar investasi tidak membebani keuangan perusahaan.

Rekomendasi singkat

  • Percepat revitalisasi fisik pasar yang rusak
  • Kembangkan model bisnis sesuai karakter pasar
  • Buka kerja sama profesional secara transparan
  • Prioritaskan pedagang lama saat penataan dan relokasi
  • Lakukan evaluasi pasca-renovasi untuk menghindari pemborosan

Komisi B DPRD Surabaya berharap pembenahan fisik, inovasi pengelolaan, transparansi kerja sama, dan perlindungan pedagang berjalan beriringan. Dengan langkah itu, pasar tradisional dapat kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang produktif dan berkelanjutan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait