Rantang Kasih Banyuwangi: Makanan Gratis untuk Lansia Hidup Sendiri
BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melanjutkan program Rantang Kasih yang menyediakan makanan gratis bagi lansia dhuafa yang hidup sendiri. Program ini kembali disorot saat Bupati Ipuk Fiestiandani mengunjungi penerima manfaat pada Selasa, 20/10/2026.
Program Rantang Kasih
Rantang Kasih digulirkan sejak 2017 dan telah menjangkau lebih dari 8.000 lansia miskin di Banyuwangi. Pada 2026, Pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,1 miliar untuk program ini dengan sasaran sekitar 839 lansia penerima manfaat.
Dampak langsung ke penerima
Setiap pagi sekitar pukul 06.30 WIB, relawan atau petugas mengantarkan makanan ke rumah para lansia yang tinggal sendiri. Bagi Sahani (67) dan Samsiyah (69), bantuan ini bukan hanya soal pangan, tetapi juga perhatian sosial yang memperkuat keseharian mereka.
"Alhamdulillah, saya setiap hari diantar makanan. Semoga Ibu Bupati selalu sehat, yang memasak dan mengantar makanan saya setiap hari juga saya doakan sehat dan banyak rezekinya," kata Sahani saat kunjungan Bupati.
Pendanaan dan mitra pelaksana
Pelaksanaan program tidak hanya mengandalkan anggaran kabupaten. Pemkab bekerja sama dengan pemerintah desa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi, serta sejumlah korporasi lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Kami tidak sendiri. Pemerintah desa, Baznas, maupun sejumlah korporasi melalui CSR ikut mendukung program ini karena anggaran kami terbatas sementara masih ada lansia yang perlu dibantu," ujar Bupati Ipuk Fiestiandani.
Menurut Pemkab, kolaborasi itu diperlukan agar jangkauan bantuan bisa lebih luas dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pangan
Pemkab menekankan bahwa Rantang Kasih juga berperan sebagai wujud kepedulian sosial dan gotong royong antarwarga. Program ini mempertemukan pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan relawan setempat untuk merawat lansia yang hidup sendiri.
"Di tengah efisiensi, kami terus melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya Rantang Kasih ini, yang memang sangat dibutuhkan oleh warga lansia kami," tegas Ipuk.
Ke depan
Pemkab berencana mempertahankan skema kolaboratif untuk menjangkau lebih banyak lansia yang membutuhkan. Harapannya, sinergi antarinstansi dan donatur mampu memperluas manfaat Rantang Kasih tanpa membebani anggaran daerah.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ony Setiawan Dorong UMKM Tuban Naik Kelas di Pelang dan Sumilir
Ony Setiawan mendorong UMKM Tuban di Pelang dan Pantai Sumilir naik kelas lewat edukasi, sosialisasi, dan pe...
Mahasiswa Bondowoso Kritik Efisiensi Anggaran, DPRD Soroti Potensi Kopi
Mahasiswa Bondowoso kritik efisiensi anggaran pusat; DPRD mendorong pemda optimalkan PAD lewat sektor kopi.
ALAKOH Jatim Desak Pemakzulan Gibran, DPRD Jatim Terima Aspirasi
ALAKOH Jatim mendesak pemakzulan Wapres Gibran; DPRD Jatim terima aspirasi dan akan meneruskannya ke DPR RI...
PDI Perjuangan Malang Bagikan Masker dan Air untuk Petugas TPA Supit Urang
Kader PDI Perjuangan Malang menyalurkan masker dan air minum untuk warga dan petugas pemadam saat kebakaran...
Reses Madiun: Warga Mendesak PJU, Perbaikan Jalan dan BKK Desa
Ketua DPRD Madiun Fery Sudarsono menampung aspirasi soal minim PJU, kondisi jalan, irigasi, dan kebutuhan BK...
DPRD Jember Kawal SK Kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur
Komisi B DPRD Jember minta buka data e-RDKK dan kawal penerbitan SK bupati untuk selesaikan polemik kepengur...