Surabaya Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Banjir dalam Anggaran 2027
SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya menempatkan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir sebagai prioritas dalam penyusunan anggaran 2027. Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan agar penyusunan anggaran berangkat dari kebutuhan nyata warga dan memberi manfaat langsung, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Penetapan prioritas anggaran
Eri menyatakan pemerintah harus hadir memberi layanan dasar yang layak kepada seluruh warga. Arahan itu disampaikan kepada Sekretaris Daerah dan tim anggaran untuk segera berkoordinasi dengan DPRD.
Saya sudah menyampaikan kepada Sekretaris Daerah dan tim anggaran agar berkoordinasi dengan DPRD untuk menentukan prioritas. Pada 2027, yang kita utamakan adalah pelayanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir.
Perbaikan fasilitas sekolah
Pembenahan sektor pendidikan tidak hanya soal proses belajar, tetapi juga fasilitas sehari-hari siswa. Pemkot akan memfokuskan perbaikan kamar mandi, ruang kelas, dan lingkungan sekolah agar lebih nyaman dan layak.
Eri menekankan bahwa sekolah negeri harus memberi layanan berkualitas tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Anak dari keluarga kurang mampu tetap berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.
Sekolah negeri identik dengan sekolah afirmasi. Saya tidak ingin anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan pelayanan yang tidak baik.
- Perbaikan kamar mandi dan sanitasi sekolah
- Peningkatan kenyamanan ruang kelas
- Penyeragaman seragam batik dan pengawasan harga perlengkapan
Rehabilitasi puskesmas dan tata ruang layanan
Sektor kesehatan akan difokuskan pada rehabilitasi bangunan puskesmas yang memerlukan perbaikan. Penataan ruang pelayanan juga direncanakan agar mutu layanan dan kenyamanan pasien meningkat.
Pemkot berencana mengatur ruang tunggu sesuai kebutuhan setiap poli, sehingga pasien anak dan dewasa dapat menunggu dengan lebih tertib dan nyaman.
Penanganan banjir tetap prioritas
Selain pendidikan dan kesehatan, penanganan banjir masuk sebagai prioritas utama. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko dan dampak yang langsung dirasakan warga.
Proses perencanaan dan implikasi
Eri menegaskan seluruh kebijakan dan alokasi anggaran harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam kondisi keuangan daerah yang terbatas, program yang dibiayai harus memberikan manfaat nyata kepada warga.
Karena itu, saya ingin pemerintah benar-benar hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ke depan, seluruh kebijakan dan anggaran harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar.
Dengan fokus pada tiga prioritas tersebut, Pemkot berharap akses terhadap layanan dasar menjadi lebih merata dan berkualitas untuk seluruh warga Surabaya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Reses Madiun: Warga Mendesak PJU, Perbaikan Jalan dan BKK Desa
Ketua DPRD Madiun Fery Sudarsono menampung aspirasi soal minim PJU, kondisi jalan, irigasi, dan kebutuhan BK...
DPRD Jember Kawal SK Kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur
Komisi B DPRD Jember minta buka data e-RDKK dan kawal penerbitan SK bupati untuk selesaikan polemik kepengur...
Banyuwangi Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi lewat Masjid Affiliate
Pemkab Banyuwangi gelar pelatihan Masjid Affiliate (21/10/2026) untuk menjadikan masjid pusat pemberdayaan e...
Bupati Lukman: Hari Santri Bangkalan 2026 untuk Perkuat Peran Santri
Bupati Lukman minta HSN 2026 di Bangkalan jadi momentum memperkuat peran santri lewat ilmu, akhlak, dan inov...
16 UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Usaha Gratis
16 pelaku UMKM Fatayat NU Gresik menerima rombong usaha gratis pada 22 Oktober 2026, disertai akses KUR dan...
Pemkab Banyuwangi Wajibkan ASN Berpakaian Santri, Kegiatan 19-24 Oktober
Pemkab Banyuwangi mewajibkan ASN berpakaian ala santri pada 19–24 Oktober 2026, disertai rangkaian kegiatan...