Politik

PDI Perjuangan Jember: Waspadai Ancaman Bencana Saat Peralihan Musim

Bagikan:

JEMBER — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bencana saat peralihan musim dari kemarau panjang menuju musim hujan. Pernyataan itu disampaikan di Jember, Minggu (25/10/2026), menjelang periode hujan yang diperkirakan meningkat. Ia menekankan bahwa langkah mitigasi dini lebih efektif dibandingkan sekadar mengandalkan anggaran penanggulangan pascabencana.

Kunci: mitigasi dini dan kesiapsiagaan

Widarto menilai kesiapsiagaan menjadi faktor utama untuk menekan dampak bencana. Menurutnya, mitigasi yang dilakukan sejak dini dapat mengoptimalkan penanganan ketika anggaran terbatas. Ia menyebutkan pentingnya memetakan titik rawan dan menyiapkan personel serta peralatan sebelum musim hujan tiba.

"Seberapapun besar anggarannya tidak akan cukup untuk penanganan bencana. Untuk itu, mitigasi sebelum bencana jauh lebih penting,"

Fokus pada kondisi tanah dan aliran air

Widarto menyoroti kondisi tanah setelah kemarau panjang, khususnya di lereng yang berisiko longsor ketika hujan turun. Ia mengingatkan bahwa kemampuan lingkungan menahan limpasan air harus menjadi perhatian utama. Pemeriksaan saluran dan pembersihan sungai disebut sebagai tindakan awal yang sederhana namun krusial.

"Untuk itu, dalam konteks ini PDI Perjuangan siap jika dilibatkan untuk mitigasi itu. Termasuk salah satunya bersih-bersih sampah di sungai,"

Situasi kekeringan dan respons BPBD

Selama kemarau panjang, sejumlah kecamatan di Jember dilaporkan mengalami kekeringan. Di Kecamatan Pakusari, warga beberapa kali mendapat pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Kepala Pelaksana BPBD menyiagakan kendaraan tangki air bersih hingga dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga melakukan langkah kesiapsiagaan serupa untuk memenuhi kebutuhan air warga. Namun, peralihan musim menuntut kesiapan yang berbeda: dari memastikan pasokan air menjadi mengantisipasi banjir dan longsor.

Langkah mitigasi yang direkomendasikan

Widarto mengusulkan beberapa langkah konkret yang dapat dijalankan oleh pemerintah dan masyarakat. Rekomendasi itu meliputi pemetaan titik rawan, pemeriksaan dan normalisasi saluran air, serta kesiapan personel dan peralatan tanggap bencana. Pembersihan sampah di sungai disebut sebagai tindakan awal yang efektif untuk menjaga kelancaran aliran air.

Dengan ancaman hujan meningkat, kolaborasi antara pemerintah, lembaga teknis, dan partai politik menjadi penting. Langkah mitigasi yang konkret dan segera dapat mengurangi risiko korban dan kerugian materiil saat musim penghujan tiba.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait