98 Resolution Network Dorong Transformasi Demokrasi Ekonomi
98 Resolution Network mengajak penguatan reformasi 1998 menuju transformasi demokrasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Pernyataan disampaikan di Jakarta pada 21 Mei 2026 saat peringatan 28 tahun reformasi. Kelompok ini menilai mandat reformasi harus dipertegas untuk memberantas korupsi dan mengembalikan aset negara bagi kepentingan publik.
Dorongan arah reformasi: dari politik ke ekonomi
Para pemrakarsa menyoroti ketimpangan antara demokrasi politik dan kesejahteraan ekonomi. Mereka menilai reformasi belum sepenuhnya menjawab distribusi sumber daya bagi rakyat kecil. Oleh karena itu, agenda reformasi harus memperkuat peran negara dalam pengelolaan sumber daya nasional.
Pendiri 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, menegaskan fokus itu dalam keterangan terpisah di Jakarta pada 22 Mei 2026.
“Mandat reformasi sita harta koruptor untuk subsidi rakyat mulai dijalankan,”
Langkah konkret dan kebijakan yang dinilai sejalan
Kelompok ini menilai sejumlah inisiatif pemerintah sudah bergerak searah dengan semangat reformasi. Mereka menyebut langkah pemberantasan mafia migas dan penertiban kawasan hutan sebagai contoh kebijakan strategis.
- Pemberantasan mafia migas
- Penertiban kawasan hutan
- Pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan
Menurut 98 Resolution Network, langkah-langkah tersebut memperkuat pengelolaan sumber daya untuk kepentingan rakyat dan memperkecil kebocoran penerimaan negara.
Seruan penguatan mandat dan kontribusi konstruktif
Sulaiman Haikal, Ketua Umum PIJAR 98, menekankan bahwa reformasi tidak boleh berhenti pada aspek politik semata. Ia mendorong reformasi diarahkan pada pemerataan ekonomi dan pengelolaan sumber daya oleh negara.
“Reformasi harus menuju demokratisasi ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945,”
Sementara itu Sekjen PIJAR 98, Indri Ariefiandi, mengingatkan bahwa kritik publik harus dibarengi solusi. Ia menyerukan gagasan alternatif yang konkret untuk penguatan ekonomi nasional.
“PIJAR 98 memandang kritik harus disertai solusi bagi penguatan ekonomi nasional,”
Implikasi dan ajakan persatuan
98 Resolution Network menilai APBN kini bergerak lebih pro-rakyat dengan penganggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi. Mereka mengajak semua elemen bangsa menjaga persatuan dan bersama mendorong reformasi yang berujung pada pemerataan kesejahteraan.
Ke depan, kelompok ini meminta pengawasan publik terhadap proses pengembalian aset dan penempatan subsidi untuk memastikan hasil reformasi benar-benar dinikmati oleh masyarakat luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Percepatan Program Tiga Juta Rumah, Pagu KUR Naik Rp50 Triliun
Pemerintah menaikkan pagu KUR perumahan menjadi Rp50 triliun dan percepat FLPP untuk mendukung program tiga...
Penyintas Gempa NTT Butuh Terpal dan Dapur Umum, Human Initiative
Human Initiative: penyintas gempa NTT butuh terpal, sembako, dan dapur komunal; tim bawa 200 paket sembako d...
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 83 Orang
BNPB: korban gempa M7,7 di NTT naik jadi 83 jiwa per 21 Agustus 2026; pengungsi 110.785 dan ribuan rumah rus...
Henriette Ajak Anak Muda Perkuat Literasi Keagamaan
Henriette Hutabarat mengajak generasi muda memperkuat literasi keagamaan lewat media sosial untuk menjaga pe...
Pemerintah Targetkan 8 Juta Sertifikat Tanah Gratis dalam 3 Tahun
Pemerintah targetkan 8 juta sertifikat tanah gratis selama tiga tahun untuk warga berpenghasilan rendah, dim...
Amran Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Aman
Amran jamin pasokan beras untuk pengungsi gempa NTT: 6.000 ton siap didistribusikan, cadangan 39.000 ton, ke...