DPR Apresiasi Pembebasan WNI Aktivis Kemanusiaan dari Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Dr. Sukamta, menyambut baik pembebasan aktivis kemanusiaan Indonesia yang sebelumnya ditahan saat menjalankan misi untuk Gaza. Pernyataan disampaikan pada Jumat, 22 Mei 2026, dan memuji langkah cepat serta intensif Pemerintah Indonesia dalam proses pembebasan dan pemulangan WNI tersebut.
Keberhasilan hasil diplomasi terpadu
Sukamta menilai pembebasan ini merupakan buah kerja sama lintas lembaga negara yang bergerak cepat dan terkoordinasi. Menurutnya, peran aktif Kementerian Luar Negeri menjadi kunci melalui komunikasi diplomatik intensif dan pendampingan terhadap para WNI.
Alhamdulillah, kita menyambut baik dan bersyukur atas pembebasan para aktivis kemanusiaan Indonesia. Saya mengucapkan penghargaan dan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, yang telah bekerja keras melakukan langkah-langkah diplomasi dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia
Peran perwakilan dan otoritas terkait
Sukamta juga mengapresiasi keterlibatan perwakilan diplomatik Indonesia dan mitra internasional selama proses pembebasan. Ia menekankan koordinasi antara kedutaan, otoritas penerbangan, dan imigrasi berjalan baik sehingga pemulangan bisa berlangsung aman.
- Kementerian Luar Negeri: komunikasi dan diplomasi intensif.
- Kedutaan besar Indonesia: pemantauan dan fasilitasi lapangan.
- Otoritas penerbangan dan imigrasi: pengaturan pemulangan dan keamanan.
Bantuan negara sahabat dan proses evakuasi
Sukamta memberikan penghargaan khusus kepada negara-negara sahabat, terutama Turki, atas bantuan dalam proses evakuasi. Menurut informasi yang diterima dari Menteri Luar Negeri Sugiono, para aktivis dijemput menggunakan maskapai Turkish Airlines, dibawa ke Istanbul, kemudian diterbangkan kembali menuju Jakarta.
Kami juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara sahabat. Khususnya Turki, yang turut membantu proses perlindungan dan pemulangan para aktivis kemanusiaan tersebut
Dampak dan harapan ke depan
Sukamta berharap peristiwa ini memperkuat komitmen internasional untuk melindungi pelaku kemanusiaan dan memastikan bantuan sampai kepada rakyat yang membutuhkan. Ia menegaskan solidaritas kemanusiaan untuk Palestina harus terus dipertahankan dan mendapat perlindungan.
Solidaritas kemanusiaan untuk Palestina tidak boleh padam. Dunia internasional harus memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara aman dan para aktivis kemanusiaan mendapat perlindungan
Keberhasilan pemulangan ini menjadi contoh koordinasi diplomatik dan operasional antar-institusi. Proses selanjutnya fokus pada pemulihan para aktivis dan evaluasi prosedur perlindungan WNI dalam misi kemanusiaan internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...