3.784 Unit Hunian Vertikal Siap Dibangun di Manggarai
Sebanyak 3.784 unit hunian vertikal modern dua blok akan dibangun di kawasan Stasiun Manggarai. Pengenalan model arsitektur berlangsung di Jakarta Selatan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pembangunan dimulai hari itu dan ditargetkan rampung dalam 18 bulan.
Rincian proyek
Proyek ini dirancang untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan Jakarta dengan menyediakan hunian kompak dan akses terintegrasi ke transportasi. Tata ruang kompleks mencakup area komersial di lantai dasar untuk memenuhi kebutuhan aktivitas harian penghuni.
Tipe dan kapasitas unit
Jumlah total unit adalah 3.784 unit yang terbagi di dua blok. Pembagian ruang dan variasi tipe disampaikan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia.
- Blok G — lahan seluas 7.000 meter persegi, tiga tower: Tower A, Tower B, Tower C; total 1.276 unit. Variasi unit meliputi studio 28 m2, tipe 36 (dua kamar tidur), dan tipe 45 (dua kamar tidur).
- Blok F — lahan seluas 1,5 hektare, lima tower dengan total 2.508 unit. Variasi meliputi tipe 36, tipe 45, dan tipe 52 (tiga kamar tidur) untuk keluarga lebih besar.
- Area komersial pendukung terdiri dari 150 unit ritel: 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.
Konsepnya adalah akan ada lima, akan ada 3 plus 5 hunian vertikal yang terdiri dari 24 lantai dengan total 3.784 unit hunian, terdiri dari 1.276 unit di Blok G dan 2.508 unit di Blok F, serta nanti dilengkapi dengan 150 unit ritel pendukung, yaitu 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F. Pengerjaan total akan memakan waktu selama 18 bulan dimulai hari ini.
Pendanaan, harga, dan kriteria penghuni
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara menyusun formula penetapan harga yang akan menghitung harga jual per unit berdasar luas meter persegi. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh unit hunian hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan larangan penguasaan berlebihan agar distribusi tetap adil.
Aspek teknis dan akses
Desain apartemen menitikberatkan sirkulasi udara untuk kenyamanan penghuni. Kementerian Perhubungan akan mengintegrasikan akses pejalan kaki langsung menuju stasiun kereta rel listrik untuk memperlancar mobilitas penduduk.
Tanggapan pejabat
Ketua Satuan Tugas Perumahan memuji kualitas mock-up dan material yang digunakan. Ia meyakini mutu bangunan akan meningkatkan nilai tanah dan nilai investasi properti vertikal.
Dan ini jangan nanti ada oknum nakal yang nanti karena pasti... pasti kita lihat nanti apalagi mutunya begitu bagus, pabrik... ini yang saya lihat mock-up bagus sekali, luar biasa. Lokasi dan mutu bagus nanti nilai tanah dan nilai apartemen akan meningkat tajam.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman menegaskan proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga pekerja di sekitar Manggarai dengan menyediakan hunian layak, terjangkau, dan terintegrasi dengan transportasi umum.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pelanggan Kereta Panoramic Naik 62,86% hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic melonjak 62,86% hingga Agustus 2026, dorong peluang kereta wisata setelah kunjung...
Harga Emas Galeri24 & UBS di Pegadaian Naik, 5 Okt 2026
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian naik pada 5 Oktober 2026; Galeri24 Rp2.513.000/g (+Rp7.000) dan UBS...
Ekspor Mainan Indonesia Naik 8,2% Jadi Rp11,91 T pada 2025
Ekspor mainan Indonesia naik 8,2% pada 2025 menjadi Rp11,91 triliun; pasar utama dan program TKDN dorong pen...
Ekspor Mainan Indonesia Naik Jadi USD351,8 Juta Semester I 2026
Ekspor mainan Indonesia semester I 2026 naik ke USD351,8 juta; pemerintah dorong standar, TKDN, dan perluasa...
Harga Emas Antam Naik Rp6.000 per Gram, Update 5 Okt 2026
Harga emas Antam naik Rp6.000/gram pada 5 Okt 2026; 1 gram berada di Rp2.580.000 dan buyback Rp2.386.000 per...
KAI Catat Kenaikan Penumpang di Stasiun Ujung Jan–Sep 2026
KAI mencatat kenaikan penumpang di stasiun ujung: Ketapang 615.161 dan Tanjungkarang 562.993 pergerakan pada...