Teknologi

Praktisi: Mahasiswa Harus Kritis Gunakan AI

Bagikan:
Imam Pesuwaryantoro memberi kuliah tamu di Universitas Terbuka Jakarta

Praktisi komunikasi Imam Pesuwaryantoro menjadi dosen tamu di Universitas Terbuka Jakarta pada 5 Oktober 2026. Ia menekankan pentingnya sikap kritis mahasiswa dalam penggunaan kecerdasan buatan serta menyorot integrasi public relations dengan Perception & Media Engineering.

Integrasi PR dan media engineering

Imam memaparkan bagaimana teknik public relations tradisional kini menyatu dengan rekayasa media. Menurutnya, gabungan kedua pendekatan itu berdampak besar pada praktik komunikasi modern. Integrasi tersebut efektif untuk pembentukan citra dan penguatan personal branding.

Namun, Imam mengingatkan adanya risiko bila penerapan tidak berlandaskan etika. Tanpa kendali etis, strategi itu berpotensi berubah menjadi proxy atau propaganda.

"Teknik PR yang dikombinasikan dengan perception and media engineering memiliki pengaruh yang luar biasa besar. Di satu sisi, pendekatan ini berfungsi efektif sebagai sarana pembentukan citra dan branding," katanya.

"Namun di sisi lain, potensi tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai proxy maupun alat propaganda. Apalagi jika tidak dikelola dengan etika yang kuat," ujar Imam di hadapan para mahasiswa UT Jakarta.

AI sebagai alat bantu, bukan pengganti

Di samping teori komunikasi, Imam membahas perkembangan AI di lingkungan akademik dan profesional. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh menyerahkan seluruh proses berpikir dan kreativitas kepada mesin.

Imam menekankan bahwa AI seharusnya menjadi instrumen pendukung dalam belajar dan berkarya. Kemampuan bernalar, empati, dan kepekaan manusia tetap menjadi fondasi utama ilmu komunikasi.

"Saya berpesan kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa untuk terus belajar, berpikir kritis, dan mengeksplorasi hal-hal baru. Gunakan empati, logika, serta seluruh perangkat teknologi yang ada secara bijak dan bertanggung jawab," kata dia.

Rekam jejak dan inovasi

Imam juga membawa pengalaman dari ajang nasional dan internasional. Prestasi ini menjadi bukti penerapan teknologi untuk mendukung komunikasi digital.

  • 2025: Terpilih sebagai Top 50 Honorable Delegate dalam The Asia Pacific Leaders Summit di Malaysia.
  • 2025: Juara 1 The Best Youth Innovation dalam Speak-up Forum pada Japan International Youth Innovation Summit di Tokyo.
  • Inovasi: Mengembangkan Media Aggregator berbasis AI yang mendukung perkembangan komunikasi digital.

Implikasi dan harapan

Lewat kuliah tamu ini, mahasiswa UT Jakarta diharapkan memahami PR secara teknis dan kritis. Mereka juga diharapkan memiliki kesadaran etis dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Ke depan, penguasaan teknik PR yang dikombinasikan dengan pemahaman etika dan kemampuan kritis akan menentukan kualitas komunikasi publik di era digital.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait