Hubble Deteksi Kandidat Planet Generasi Kedua di Katai Putih
Teleskop Antariksa Hubble menemukan petunjuk keberadaan kandidat planet generasi kedua yang mengorbit sebuah bintang katai putih. Temuan itu diumumkan pada 6 Oktober 2026 berdasarkan penelusuran ulang data Hubble untuk bintang HS 0209+0832.
Penemuan kimia dan bukti pengamatan
Analisis spektrum Hubble yang direkam sejak 1999 mengungkap sekitar 100 fitur kimia yang sebelumnya tidak teridentifikasi. Di antara fitur itu, para peneliti menemukan kandungan niobium dalam jumlah tinggi.
Unsur berat seperti niobium biasanya terbentuk dalam kondisi ekstrem saat sebuah bintang memasuki tahap akhir kehidupannya. Unsur tersebut kemudian dilepas ke ruang angkasa bersama material bintang yang sekarat.
Hipotesis pembentukan planet generasi kedua
Para astronom menduga material yang terlontar dari bintang sekarat dapat menggumpal dan membentuk benda baru. Jika benar, planet yang terbentuk disebut generasi kedua, berbeda dari planet yang lahir bersamaan dengan bintang induknya.
Hipotesis ini menjelaskan kemunculan unsur berat di sekitar katai putih tanpa harus berasal dari proses kebiasaan pembentukan planet generik.
Penguatan data dari misi lain
Temuan spektral Hubble diperkuat oleh data arsip misi FUSE dan pengamatan terbaru dari TESS. TESS mengamati bintang HS 0209+0832 selama empat bulan dan mencatat perubahan kecerahan berkala.
Perubahan cahaya tersebut mengindikasikan adanya objek yang mengorbit. Sinyal ini menjadi salah satu bukti pendukung keberadaan kandidat planet di sistem itu.
Karakteristik kandidat planet
Analisis awal memperkirakan kandidat tersebut berukuran setara Jupiter dan mengorbit pada jarak sekitar enam juta kilometer dari katai putih. Jarak ini jauh lebih dekat dibandingkan jarak Merkurius ke Matahari.
Posisi yang sedekat itu membuat planet diperkirakan terus kehilangan atmosfer karena paparan energi dari bintang yang masih sangat panas. Sebagian gas yang terlepas kemudian dapat membentuk ekor mirip komet dan jatuh kembali ke permukaan katai putih.
Dampak temuan dan langkah selanjutnya
Proses pelepasan material inilah yang kemungkinan bertanggung jawab atas deteksi niobium dalam sistem ini. Namun, keberadaan planet generasi kedua masih memerlukan konfirmasi melalui pengamatan lebih lanjut.
Para astronom berharap pengamatan lanjutan dapat menjelaskan mekanisme pembentukan dan frekuensi keberadaan planet jenis ini di alam semesta. Penelitian berikutnya juga akan menguji model kehilangan atmosfer dan rekaman kimia lebih detail.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Pengawasan AI Perlu Diperketat untuk Cegah Penyalahgunaan
Pakar SoCS Nusa Putra, Teddy Mantoro, mendesak pengawasan AI diperketat menyusul peningkatan kasus penyalahg...
Crew-12 Akhiri Misi di ISS, Pulangkan Hasil Riset Antariksa
Crew-12 rampungkan misi ISS dan membawa pulang sampel riset awal Oktober 2026; eksperimen mencakup biomedis,...
Kru ISS Jadi 11 Orang: Crew-13 Tiba, Crew-12 Bersiap Pulang
Empat anggota Crew-13 tiba di ISS 1 Oktober 2026, menambah kru jadi 11; Crew-12 menyelesaikan persiapan kepu...
COGI VR BRIN: Simulasi VR untuk Pengenalan Teknologi Nuklir
Poltek Nuklir BRIN luncurkan COGI VR, simulasi replica gamma irradiator untuk meningkatkan literasi nuklir s...
GodDamn: Waspada, Ransomware Bekerja Lama Sebelum Mengunci File
ITSEC Asia: Serangan GodDamn sering dimulai jauh sebelum file dikunci, lewat pencurian kredensial dan perger...
James Webb Ungkap Jejak Tabrakan Pembentuk Planet Muda
James Webb menemukan jejak tumbukan besar pada sistem bintang muda, membantu memahami proses pembentukan pla...