Ekonomi

Commuter Line Layani 271,48 Juta Penumpang hingga Triwulan III 2026

Bagikan:
Kereta Commuter Line di stasiun Jabodetabek dengan antrean penumpang

KAI Commuter melayani 271,48 juta pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang triwulan III 2026, naik 6,25% dibanding periode sama tahun 2025 dan 12,24% dari 2024. Data ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang kembali meningkat, dengan rata-rata 1,09 juta penumpang setiap hari kerja.

Pertumbuhan volume penumpang

Angka keseluruhan 271.480.006 pergerakan penumpang mengindikasikan kepercayaan publik terhadap layanan rel perkotaan. Aktivitas pada hari kerja masih mendominasi penggunaan kereta, sementara akhir pekan rata-rata menurun menjadi sekitar 811,6 ribu perjalanan per hari.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memaparkan capaian ini secara rinci saat menyampaikan data di Jakarta pada Senin, 5 Oktober 2026.

"Kepercayaan publik itu bisa dilihat berdasarkan data yang tercatat, pada triwulan III tahun 2026 ini volume pengguna Commuter Line Jabodetabek menyentuh angka 271.480.006 orang," kata Karina.

Rincian lintas layanan

Lintas Bogor tercatat sebagai kontributor terbesar dengan 119,38 juta pergerakan penumpang, atau 43,98% dari total keseluruhan. Sementara beberapa lintas lainnya juga mencatat pertumbuhan signifikan dibanding tahun lalu.

Lintas Rangkasbitung (Green Line) mencatat kenaikan 7,08% menjadi 60,92 juta pengguna pada triwulan III 2026. Lintas Tangerang (Brown Line) naik 7,8% dengan 21,47 juta pengguna pada periode yang sama.

Karina juga menyinggung peningkatan volume pada lintas-lintas lain sebagai indikator pemulihan mobilitas komuter di Jabodetabek.

Perbaikan fasilitas dan keselamatan di Stasiun Duri

KAI Commuter menginformasikan pelaksanaan perawatan eskalator di Stasiun Duri setelah ditemukan kendala pada fasilitas tersebut. Stasiun Duri melayani lebih dari 13 ribu pengguna per hari sebagai stasiun transit penting.

"KAI Commuter juga akan melakukan uji kelayakan pada eskalator ini untuk memastikan aspek keselamatan pengguna Commuter Line yang menggunakan fasilitas ini," ujar Karina.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan dua pengguna yang terdampak insiden eskalator telah menyelesaikan masa rawat inap di Rumah Sakit Duta Indah. Pihak operator menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna yang terdampak dan terus memperbaiki fasilitas.

"Atas situasi tersebut, kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, terutama bagi pengguna yang terdampak oleh kondisi fasilitas yang sekarang masih dalam perbaikan," kata Leza.

Saat perbaikan berlangsung, pengguna prioritas diimbau memanfaatkan lift di belakang musala untuk menuju peron arah Tangerang. KAI Commuter juga meminta semua pengguna agar mengutamakan keselamatan dan tidak terburu-buru saat berpindah peron.

Dengan lonjakan jumlah penumpang dan perbaikan fasilitas yang sedang berjalan, KAI Commuter menegaskan fokus pada keselamatan sekaligus peningkatan layanan untuk menghadapi peningkatan mobilitas di sisa akhir tahun.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait