BRIN-CASS Perkuat Kolaborasi Riset untuk Pembangunan Berkelanjutan
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Chinese Academy of Social Sciences (CASS) menggelar dialog akademik pada 20 Agustus 2026 untuk memperkuat kolaborasi riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan pembelajaran kebijakan antara kedua negara. Forum ini berlangsung dalam momentum 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok dan menyoroti peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, riset, pendidikan, teknologi, serta lingkungan.
Tujuan dan konteks dialog
Dialog akademik dimaksudkan sebagai ruang tukar pengalaman pembangunan kedua negara di tengah dinamika global. Forum menghadirkan peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan untuk membahas tantangan dan peluang kebijakan bersama.
Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Muhammad Najib Azca, menekankan pentingnya saling belajar antarnegara.
"Dialog akademik menjadi penting untuk melihat bukan hanya perbedaan konteks pembangunan Indonesia dan Tiongkok," kata Najib pada 20 Agustus 2026.
Agenda utama dan pembagian sesi
Simposium dibagi dalam dua sesi utama yang fokus pada isu pembangunan berkelanjutan. Sesi pertama membahas transisi hijau dari perspektif Indonesia dan Tiongkok, menekankan bahwa transisi bukan hanya soal teknologi energi, melainkan juga dimensi sosial, ekonomi, lingkungan, dan keberlanjutan penghidupan masyarakat.
Sesi kedua mengangkat tema New-Quality Productive Forces dan kerja sama dalam pembangunan Belt and Road, termasuk transformasi ekonomi, perkembangan kekuatan produktif baru, serta peluang konektivitas antara kedua negara.
Peserta dan komposisi delegasi
Simposium dihadiri oleh peneliti dan pejabat dari kedua lembaga. Dari CASS hadir Zhang Yongsheng, Li Dawei, Li Pengfei, dan Xu Liping. Sementara delegasi BRIN mencakup Maxensius T. Sambodo, M. Haripin, Irine H. Gayatri, dan Dini Suryani.
- Zhang Yongsheng — Director, Institute of Ecological Civilization, CASS
- Li Dawei, Li Pengfei, Xu Liping — peneliti CASS
- Maxensius T. Sambodo, M. Haripin, Irine H. Gayatri, Dini Suryani — perwakilan BRIN
Hasil yang diharapkan dan tindak lanjut
BRIN menilai pertukaran pengetahuan dalam forum ini perlu dikembangkan menjadi kolaborasi riset yang konkret. Kerja sama yang lebih operasional diharapkan mampu menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan kedua negara, sekaligus memperkuat kontribusi lembaga riset pada kebijakan publik.
"Harapannya, forum ini dapat menghasilkan perspektif baru, terutama mengenai peluang kerja sama yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Najib.
Para peserta sepakat mendorong agenda penelitian bersama, pertukaran data, dan inisiatif pilot yang fokus pada penguatan kapasitas lokal serta solusi berbasis bukti untuk transisi hijau dan konektivitas ekonomi.
Kolaborasi BRIN dan CASS diharapkan memperkuat sinergi riset dan memberi kontribusi nyata terhadap arah kebijakan pembangunan berkelanjutan kedua negara.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
COGI VR BRIN: Simulasi VR untuk Pengenalan Teknologi Nuklir
Poltek Nuklir BRIN luncurkan COGI VR, simulasi replica gamma irradiator untuk meningkatkan literasi nuklir s...
GodDamn: Waspada, Ransomware Bekerja Lama Sebelum Mengunci File
ITSEC Asia: Serangan GodDamn sering dimulai jauh sebelum file dikunci, lewat pencurian kredensial dan perger...
James Webb Ungkap Jejak Tabrakan Pembentuk Planet Muda
James Webb menemukan jejak tumbukan besar pada sistem bintang muda, membantu memahami proses pembentukan pla...
Dilema Bimbel vs Kemandirian Siswa Dibahas di IIBF 2026
Diskusi IIBF 2026 mengupas dilema bimbel komersial dan pentingnya kemandirian belajar dengan buku panduan be...
Kecemasan Ujian Bikin Blank, Taktik Soal Dibahas di IIBF 2026
Pakar dan pelajar di IIBF 2026 membahas bagaimana kecemasan ujian memicu reaksi biologis, serta strategi nap...
Erlangga Luncurkan Program Final Sprint TKA di IIBF
Erlangga meluncurkan program Final Sprint TKA pada 1 Oktober 2026 di IIBF untuk persiapan masuk PTN, dengan...