Teknologi

Malaysia-Indonesia Luncurkan Baterai Nusantara Berbasis NMC dan Grafena

Bagikan:

Jakarta/Sepang. Malaysia dan Indonesia bekerja sama mengembangkan Baterai Nusantara, sebuah baterai litium-ion yang diperkenalkan pada konferensi ASEAN Battery Technology Conference (ABTC) di Sepang, Malaysia. Proyek dipimpin oleh NanoMalaysia Berhad melalui anak usahanya Gigafactory Malaysia Sdn Bhd (GMSB) bersama Indonesia’s National Battery Research Institute (NBRI). Tujuan kolaborasi adalah membangun kapasitas manufaktur dan rantai nilai baterai regional.

Desain dan teknologi

Baterai Nusantara memakai kimia NMC (nikel-mangan-kobalt) untuk katoda. Teknologi itu ditingkatkan dengan penggunaan grafena dan dikembangkan dalam format pouch-cell. Namun, hingga saat ini pihak pengembang belum mengungkapkan kapasitas, kerapatan energi, atau karakter pengisian karena prototipe masih menunggu pengujian menyeluruh.

Grafena diketahui memiliki konduktivitas listrik dan termal tinggi serta kekuatan mekanis yang baik. Sifat ini menjadi alasan pemilihan grafena untuk meningkatkan performa sel.

Peran Malaysia dan Indonesia

Malaysia menyumbang keahlian pada formulasi baterai, teknologi grafena, dan pengembangan sel. Sementara itu, Indonesia berkontribusi pada produksi material aktif NMC. Kerja sama formal dimulai lewat nota kesepahaman antara NMB dan NBRI yang ditandatangani pada ABTC 2025.

"Kekuatan ASEAN sebaiknya tidak diarahkan untuk saling bersaing, melainkan saling melengkapi kemampuan tiap negara guna membangun rantai nilai baterai regional yang lebih terintegrasi dan tangguh,"

Demikian pernyataan Rezal Khairi Ahmad, CEO NMB Group, mengenai pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Rencana produksi dan klaim teknologi GMSB

GMSB sebelumnya menarik perhatian saat mengumumkan rencana produksi baterai litium-ion yang ditingkatkan grafena untuk kendaraan listrik pada skala kecil. Mereka mengklaim penggunaan grafena menggantikan grafit pada anoda dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga tiga kali lipat dibanding baterai konvensional.

Target produksi tahunan di fasilitas Sepang dipatok sekitar 1 megawatt-jam (MWh), setara dengan kira-kira 92.000 sel baterai. Produksi skala kecil semula ditargetkan mulai pada Juli 2026.

GMSB juga mengembangkan varian lain yang diklaim bisa memberikan jarak tempuh hingga 640 kilometer dan pengisian penuh dalam 12 menit. Namun belum jelas apakah prototipe Baterai Nusantara akan mencapai spesifikasi serupa.

Kerjasama tambahan dan langkah selanjutnya

Pada ABTC 2026, NMB Group mengumumkan kolaborasi dengan beberapa perusahaan lain, antara lain:

  • MontaVista Energy Technologies Corporation
  • Axium Industries
  • Milan Utama Sdn Bhd
  • Neoron Energy Network
  • Arya Energy Sdn Bhd

Kerangka kerja proyek meliputi transfer teknologi, riset bersama, pengujian dan standarisasi, serta program pendidikan dan pelatihan industri. Tahap pengujian prototipe dan standardisasi akan menentukan kapan informasi teknis lebih rinci dapat diumumkan.

Pengembangan Baterai Nusantara menandai langkah awal integrasi kapabilitas regional untuk memperkuat rantai pasok baterai di ASEAN dan memerlukan uji lanjut sebelum dapat dinilai dampak komersialnya.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait