Menteri PU Fokus Bangun Dam dan Jembatan Pascabencana Sumatra
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan pemerintah memprioritaskan pembangunan dam dan jembatan permanen dalam tahap pemulihan pascabencana di Sumatra. Pernyataan itu disampaikan saat Media Briefing di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Prioritas ini ditetapkan untuk menjaga konektivitas dan mengantisipasi banjir susulan di wilayah terdampak banjir bandang.
Prioritas: dam dan jembatan permanen
Kementerian PU menempatkan pembangunan dam sebagai langkah utama untuk menahan aliran kayu dan material saat hujan turun kembali. Selain itu, jembatan permanen menjadi prioritas untuk memulihkan akses antarprovinsi. Langkah ini diambil untuk mengurangi dampak bencana bagi masyarakat di hilir sungai.
Tantangan desain jembatan setelah banjir
Dody menyebut kondisi sungai berubah drastis setelah banjir sehingga desain jembatan harus disesuaikan. Banyak sungai menjadi melebar dan mendangkal, sehingga struktur jembatan yang lama tidak lagi memadai. Pemerintah kini mengevaluasi lokasi dan desain agar infrastruktur tahan terhadap perubahan geomorfologi sungai.
"Menurut saya pribadi, yang belum tertangani dengan maksimal itu adalah jembatan, karena rata-rata sungainya itu melebar dan mendangkal. Melebarnya juga tidak kira-kira, bisa langsung 10 kali lipat, bisa lima kali lipat,"
Pembersihan lahan pertanian dan perbaikan irigasi
Selain infrastruktur transportasi dan penahan air, Kementerian PU fokus membersihkan lumpur yang menutupi lahan pertanian. Tim teknis masih mengevaluasi kondisi sawah terdampak untuk menentukan apakah lumpur dapat dibersihkan dengan mudah atau memerlukan penanganan khusus. Perbaikan jaringan irigasi juga menjadi bagian dari pemulihan untuk mendukung aktivitas pertanian.
"Pada saat masih tanggap darurat pun saya ngotot harus segera bikin dam. Karena kalau kemudian dam tidak segera dibikin, hujan lagi, kayunya turun lagi, yang kasihan yang di bawah,"
Dukungan terhadap target swasembada pangan
Kementerian PU melakukan pemantauan intensif di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai arahan pemerintah. Upaya perbaikan irigasi dan pembersihan sawah dimaksudkan untuk mendukung target swasembada pangan tahun 2026. Pemerintah berharap sektor pertanian dapat pulih cepat sehingga produksi pangan di daerah terdampak tetap terjaga.
Dengan langkah terpadu pembangunan dam, rekonstruksi jembatan permanen, dan pemulihan irigasi, pemerintah menargetkan pemulihan infrastruktur dan sektor pertanian berlangsung lebih cepat. Monitoring berkelanjutan akan menentukan prioritas selanjutnya dan penyesuaian desain sesuai kondisi lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Halida Hatta: Koperasi Bung Hatta Lahir dari Semangat Gotong Royong
Halida Nuriah Hatta menjelaskan koperasi dipilih Bung Hatta karena sesuai dengan semangat gotong royong dan...
Menteri PPPA Ajak Ulama Perempuan Bersinergi Cegah Kekerasan Anak
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengajak ulama perempuan bersinergi mencegah kekerasan anak, seiring data SIMFONI...
Kurikulum Polri Berbasis HAM, AI, Big Data Siap Berlaku 2027
Wakapolri umumkan kurikulum Polri berbasis HAM, AI, dan big data akan diterapkan mulai 2027 untuk mempercepa...
Wakapolri Resmikan Laboratorium Sosial Sains dan Kelas Tematik Akpol
Wakapolri meresmikan Laboratorium Sosial Sains dan Kelas Tematik di Akpol Semarang untuk mendukung pembelaja...
Kapolri Minta Brigade Persis Jaga Persatuan di Penutupan Diklatsarnas
Kapolri menutup Diklatsarnas Brigade Persis di Bogor (6 Juli 2026) dan menyerukan penguatan persatuan, siner...
PM Wong Ajak Pertukaran Pelajar Sekolah Garuda ke Singapura
PM Lawrence Wong mendorong perluasan pertukaran pelajar dengan Sekolah Garuda dan SMA Taruna Nusantara untuk...