Henriette Ajak Anak Muda Perkuat Literasi Keagamaan
Henriette Hutabarat, Wakil Asia Dewan Gereja-gereja Sedunia, mengajak generasi muda memperkuat literasi keagamaan melalui penggunaan media sosial yang bijak. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers Literasi Keagamaan Lintas Budaya untuk delegasi Kamboja, Laos, dan Vietnam di Hotel Mercure Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Agustus 2026. Ia menekankan pentingnya memahami kemajemukan Indonesia sebagai kekuatan untuk menjaga persaudaraan, keadilan, dan kebenaran.
Tantangan media sosial bagi generasi muda
Menurut Henriette, media sosial menjadi tantangan utama karena informasi kerap menyebar cepat tanpa pemeriksaan memadai. Kondisi ini rentan memicu salah paham dan ujaran kebencian yang merusak hubungan antarsesama. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar anak muda diarahkan untuk memilih dan menyebarkan konten yang bernilai positif.
"Konten media sosial harus memberikan kontribusi positif, bukan menyebarkan kebencian yang dapat merusak hubungan antarsesama anak bangsa."
— Henriette Hutabarat
Peran agama dan kemajemukan
Henriette menegaskan bahwa nilai agama perlu menjadi pegangan saat berinteraksi di ruang publik yang kian majemuk. Ia menyebut Indonesia sebagai "rumah besar" yang semestinya menjadikan perbedaan sebagai modal persaudaraan. Pemahaman ini penting agar masyarakat tetap menjunjung keadilan dan kebenaran dalam kehidupan bersama.
"Indonesia adalah rumah besar, sehingga kemajemukan harus menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan bersama."
— Henriette Hutabarat
Kolaborasi untuk ruang digital sehat
Lebih jauh, Henriette mengajak berbagai pihak berkolaborasi agar ruang digital menjadi tempat berkembangnya percakapan sehat tentang agama dan kebudayaan. Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis karena tumbuh bersama teknologi digital. Dengan bimbingan yang tepat, mereka bisa menyebarkan pesan kebaikan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan.
"Kita ingin menjalin tangan bersama generasi muda agar teknologi menjadi alat menyebarkan hal baik bagi kehidupan masyarakat."
— Henriette Hutabarat
Dampak dan harapan ke depan
Upaya ini diharapkan memperkuat literasi keagamaan lintas budaya sekaligus menjaga persatuan Indonesia di tengah derasnya arus informasi digital. Henriette mendorong program pendidikan, kampanye digital, dan kerja sama antarorganisasi untuk membentuk ekosistem informasi yang sehat. Dengan begitu, generasi muda dapat berperan sebagai penggerak persaudaraan dan pembawa pesan positif bagi masyarakat.
Penguatan literasi keagamaan melalui media sosial menjadi langkah strategis untuk merawat keberagaman dan memperkuat kohesi sosial di era digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Targetkan 8 Juta Sertifikat Tanah Gratis dalam 3 Tahun
Pemerintah targetkan 8 juta sertifikat tanah gratis selama tiga tahun untuk warga berpenghasilan rendah, dim...
Amran Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Aman
Amran jamin pasokan beras untuk pengungsi gempa NTT: 6.000 ton siap didistribusikan, cadangan 39.000 ton, ke...
TNI AL Kerahkan Helikopter untuk Percepat Bantuan Gempa NTT
TNI AL menurunkan helikopter Bell-412 untuk percepat distribusi 400 kg bantuan pangan ke korban gempa di NTT...
Pertamina: Layanan Energi di Flores Kembali Normal Usai Gempa
Pertamina menyatakan layanan energi di Pulau Flores sudah pulih pasca gempa M7,7; SPBU, agen LPG, dan avtur...
Gempa NTT: Pemerintah Kerahkan Bantuan Logistik dan Kesehatan
Pemerintah mengerahkan logistik, tenaga medis, dan tenda darurat pascagempa magnitudo 7,7 di NTT untuk memen...
Pemerintah Perkuat Desa Tangguh Bencana lewat Edukasi dan Sinergi
Kemenko PMK perkuat kesiapsiagaan lewat edukasi kebencanaan dan pengembangan desa tangguh, didorong sinergi...