Suami Laporkan Istri Ancam dengan Pemotong Besi di Siantar
Seorang suami melaporkan istrinya ke polisi karena merasa diancam menggunakan pemotong besi pada Rabu (20/5) malam di Jalan Diponegoro, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan. Laporan itu diterima lewat Call Center 110 dan segera ditindaklanjuti petugas Polsek Siantar Selatan.
Laporan diterima lewat Call Center 110
Peristiwa ini terungkap setelah personel Polsek Siantar Selatan menerima laporan melalui Call Center 110. Operator call center meneruskan informasi itu ke piket Polsek, yang kemudian cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Interogasi korban dan usulan penyelesaian
Di lokasi, petugas menginterogasi pelapor — disebut sebagai T — yang menyatakan dirinya diancam oleh istrinya dengan menggunakan alat pemotong besi. Setelah mendengar keterangan, polisi menyarankan agar kedua pihak menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan, sehingga kasus tidak dilanjutkan ke jalur hukum. Polisi mendorong penyelesaian itu sebagai langkah preventif untuk menenangkan situasi di rumah tangga.
Kondisi saat penanganan
Petugas melaporkan bahwa sepanjang proses penanganan laporan, situasi tetap kondusif. Proses berlangsung tertib dan tanpa gangguan lebih lanjut pada saat pengecekan di tempat kejadian perkara.
"Selama kegiatan menindaklanjuti laporan melalui Call Center 110 Polres berlangsung lancar, situasi aman dan baik,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh PS Kasi Humas Polres Siantar, Iptu Agustina Triyadewi, yang mengonfirmasi alur pelaporan dan respons dari pihak kepolisian. Tidak ada tindakan penahanan atau tindak lanjut hukum setelah pasangan memilih menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Catatan
Kasus ini menunjukkan peran layanan pengaduan darurat dalam merespon konflik rumah tangga. Meski berakhir dengan perdamaian, pihak kepolisian tetap melakukan pengecekan untuk memastikan situasi aman dan tidak berlangsungnya ancaman lanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRD Minta Peninjauan Harga Tiket PRSU, Khawatir Bebani Warga
DPRD Sumut minta peninjauan harga tiket PRSU Rp35.000 (hari biasa) dan Rp75.000 (akhir pekan) karena dinilai...
68 Remaja Brimob Polda Sumut Latihan Mental dan Keterampilan Lapangan
68 remaja Brimob Polda Sumut menjalani latihan mental dan lapangan di Langkat pada 7 Juli untuk membentuk ke...
Tiga Berita Medan: Kritik Harga Tiket PRSU, Tuntutan Pengedar Sabu, Demo Pedagang
Tiga peristiwa di Medan: kritik harga tiket PRSU Rp75.000, tuntutan 5 tahun untuk terdakwa pengedar sabu, da...
GPM Aceh Besar Turunkan Harga Telur dan Cabai, Paket Rp215.000
Aceh Besar gelar Gerakan Pangan Murah 7 Juli; paket Rp215.000, telur turun ke Rp40.000 per papan dan cabai s...
Aceh Besar Sambut Ratusan Mahasiswa KKN USK untuk Pengabdian
Ratusan mahasiswa KKN USK diserahkan ke Pemkab Aceh Besar pada 7 Juli untuk mengabdi di gampong, mendukung p...
164 KK Terdampak Puting Beliung di Sergai, Bantuan Tunai Mulai Disalurkan
Data terbaru: 164 KK terdampak puting beliung di Serdang Bedagai. Bantuan kini disalurkan tunai langsung ke...