5 Sebab Ibadah Tidak Diterima Allah, Kata Imam Ali
Aceh Besar, 31 Juli 2026 — Dalam khutbah Jumat di Masjid Jamik Buengcala, Kecamatan Kuta Baro, Tgk. Safaini menyampaikan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib menyebut lima sebab mengapa ibadah seorang hamba tidak diterima oleh Allah Swt. Kelima sebab itu disampaikan pada Jumat, 31 Juli 2026 (16 Safar 1448 H) dan menjadi pokok penjelasan dalam ceramah agama tersebut.
Lima sebab menurut Imam Ali
Imam Ali merangkum lima faktor yang membuat kesalehan tidak bernilai di hadapan Allah. Kelima perkara itu singkat dan tegas, yaitu:
- berasa cukup dengan kebodohan,
- tamak akan dunia,
- kikir meski memiliki kelebihan harta,
- riya dalam beramal, dan
- bangga akan diri sendiri.
“Kalau bukan karena lima perkara, niscaya semua manusia menjadi saleh, yaitu: (1) merasa cukup (senang) dengan kebodohan, (2) tamak dengan (kesenangan) dunia, (3) kikir dengan kelebihan harta, (4) riya dalam beramal, dan (5) bangga akan diri sendiri.”
Ibadah tanpa ilmu
Tgk. Safaini menekankan sebab pertama yaitu beribadah tanpa ilmu. Ia mengatakan menuntut ilmu agama merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, laki-laki maupun perempuan. Tanpa ilmu, seseorang tidak memahami syarat sah dan rukun ibadah sehingga ibadahnya tidak diterima.
“Menuntut ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap orang Islam... karena dengan ilmu ibadah kita akan diterima oleh Allah,”
Sejalan dengan itu, dalam sumber klasik disebutkan bahwa amalan tanpa ilmu tertolak.
“Dan setiap orang beramal tanpa ilmu maka amalnya tertolak lagi tidak diterima.” — Ibnu Ruslan
Tamak dan kikir
Sebab kedua dan ketiga berkaitan erat: tamak dan kikir. Tgk. Safaini menjelaskan, sifat tamak membuat seseorang selalu merasa kurang dan melupakan ibadah karena sibuk mencari harta.
“Dua serigala lapar yang dilepas di sekawanan kambing tidaklah lebih merusak daripada ambisi seorang yang tamak untuk memperoleh harta dan kemuliaan yang merusak agamanya.” — Hadis (al-Tirmidzi)
Sementara kata al-syuhhu yang dipakai Imam Ali merujuk pada kikir yang menyertai ambisi mengumpulkan harta. Menurut Tgk. Safaini, kikir tidak hanya terhadap orang lain tetapi juga keluarga dan diri sendiri, padahal harta berlebih menambah beban pertanggungjawaban di akhirat.
“Tak jarang ada orang yang tidak hanya kikir terhadap orang lain, tetapi juga kikir terhadap keluarganya bahkan dirinya sendiri.”
Riya dan bangga diri
Keempat dan kelima adalah riya (pamer dalam beramal) dan sifat bangga diri. Kedua perilaku ini mengurangi keikhlasan, sehingga pahala dan penerimaan ibadah menjadi dipertanyakan. Imam Ali menempatkan kedua sikap ini sebagai penghalang penting bagi kesalehan sejati.
Konteks dan implikasi
Khutbah ini mengingatkan pentingnya ilmu, keikhlasan, dan sikap amanah dalam mengelola harta. Pesan itu kembali menegaskan bahwa kualitas ibadah dinilai dari niat dan perilaku, bukan sekadar rutinitas lahiriah. Umat diajak menilai diri dan memperbaiki lima aspek tersebut agar amal diterima di sisi Allah Swt.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
SIP Angkatan 56 Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Ade Irma, Medan
Siswa SIP Angkatan 56 Polda Sumut menggelar bakti sosial di Panti Asuhan Ade Irma, Medan, Jumat (31/7) sebag...
Tersangka Korupsi Bantuan Samosir Tak Hadir di Sidang PN Medan
Jonni Ronal Simanjuntak absen di sidang korupsi bantuan Samosir (31/7) karena sakit; berkas perkara hingga k...
ASN Sekretaris Dinas Labuhanbatu Ditangkap, Rugikan Rp2 Miliar
Tim Polsek Medan Kota menangkap MS, ASN Pemkab Labuhanbatu, terkait penipuan proyek fiktif pengadaan laptop...
50 Pelajar Langsa Ikuti Pelatihan Public Speaking
50 pelajar SMA di Langsa mengikuti pelatihan public speaking FORSIBA untuk meningkatkan keberanian, percaya...
Respons OPD Lambat, SP4N Lapor Sumut Ditegur Inspektorat
Evaluasi Kemendagri menunjukkan OPD Pemprov Sumut kerap terlambat menindaklanjuti aduan SP4N Lapor; Inspekto...
PAD Sumut 50,01% per 28 Juli 2026, Bapenda Kejar Pajak Kendaraan
Realisasi PAD Sumut per 28 Juli 2026 mencapai 50,01% dari target Rp6,967 triliun; Bapenda genjot kepatuhan p...