Pemko Sibolga Ikuti Rakor Pemulihan Kelautan dan Pembangunan Huntap
SIBOLGA — Pemerintah Kota Sibolga mengikuti rapat koordinasi pemulihan fasilitas kelautan dan perikanan serta perkembangan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Sumatra, Rabu (21/10). Rakor digelar secara virtual dari Ruang Command Center, Kantor Wali Kota Sibolga.
Peserta dan pimpinan rapat
Rakor berlangsung di Posko Satuan Tugas Pemulihan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (PRR) pada Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. Pertemuan dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Peserta lain meliputi Dirjen Perumahan Perdesaan Teddy Paul, jajaran Kemendagri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta kepala daerah dari berbagai provinsi di Sumatra. Pemko Sibolga diwakili Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rahmat Tarihoran, S.T., M.M., bersama Plt. Kepala Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian Julius P. Haloho, S.Pi., M.M.
Rencana pemulihan sektor perikanan
Dalam rakor, Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Tahun Anggaran 2026. Fokus utama adalah pemulihan infrastruktur dan sarana produksi yang rusak akibat bencana.
Program pemulihan meliputi perbaikan tambak, kolam budi daya, dan kapal penangkap ikan. Pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan alat bagi pelaku usaha perikanan.
- Alat tangkap ikan dan perlengkapan penangkapan;
- Perlengkapan pengolahan hasil perikanan dan kotak pendingin (coolbox);
- Sarana perebusan garam dan keramba budi daya;
- Penyediaan alat berat, seperti ekskavator, untuk percepatan pemulihan kawasan pesisir.
Pembangunan huntap bagi korban bencana
Rakor juga membahas perkembangan pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra. Pembangunan ini menjadi bagian program rehabilitasi pascabencana untuk menyediakan tempat tinggal layak dan aman.
Tujuan penataan hunian adalah meminimalkan kerentanan terhadap bencana di masa depan sekaligus memulihkan kondisi sosial ekonomi keluarga yang kehilangan rumah.
Implikasi bagi Sibolga
Keikutsertaan Pemko Sibolga menunjukkan upaya koordinasi aktif dengan pemerintah pusat dan provinsi. Langkah ini diharapkan mempercepat implementasi bantuan teknis dan material di tingkat daerah.
Jika program berjalan sesuai rencana, pemulihan fasilitas kelautan dan pembangunan hunian dapat mendorong pemulihan ekonomi lokal. Utamanya, nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kota Sibolga dapat kembali produktif lebih cepat.
Selanjutnya, pemerintah daerah akan menunggu petunjuk teknis dan alokasi anggaran untuk mulai merealisasikan program pemulihan dan pembangunan huntap di wilayah terdampak.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Mahasiswa S2 Laporkan Pengurus UDA ke Polda Sumut soal Ijazah
Mahasiswa S2 UDA melapor ke Polda Sumut terkait penahanan ijazah meski telah melunasi pembayaran; laporan me...
Kejari Nias Selatan Cegah Penyimpangan Revitalisasi Sekolah
Kejari Nias Selatan gelar penerangan hukum untuk mencegah penyimpangan dan mengamankan proyek revitalisasi s...
Kajari Nias Selatan Lantik 8 Pejabat Eselon IV
Kajari Nias Selatan melantik delapan pejabat Eselon IV pada 20/10 untuk memperkuat organisasi dan meningkatk...
Vonis 7 Tahun untuk Pelaku KDRT di Medan
Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis 7 tahun penjara kepada Dani Sitorus atas kasus KDRT yang menyebabk...
Polda Sumut Selidiki Dugaan Penyerobotan Rumah di Medan Johor
Polda Sumut menyelidiki dugaan penyerobotan rumah di Villa Kencana, Medan Johor, setelah penjualan dibatalka...
Bobby Nasution: ASN Digital Wajib Bertanggungjawab ke Rakyat
Gubernur Sumut Bobby Nasution minta ASN bertanggungjawab kepada rakyat dan adaptif terhadap teknologi, lewat...