Penumpang KA Lokal Jabar Naik 67,95%, 8,4 Juta Jan–Mei 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan penumpang KA Lokal di Jawa Barat. Data resmi yang dirilis 12 Juni 2026 menunjukkan pertumbuhan total hingga 67,95% sejak 2022 dan volume layanan mencapai 8.425.230 pelanggan pada periode Januari–Mei 2026.
Pertumbuhan pelanggan dan angka tahunan
KAI melaporkan bahwa pertumbuhan kumulatif setara dengan penambahan sekitar 7.577.036 penumpang sejak 2022. Perusahaan juga mengungkapkan angka tahunan yang menunjukkan tren peningkatan: jumlah pelanggan tercatat 14.721.896 pada 2023 dan naik menjadi 16.159.460 pada 2024.
Untuk periode Januari–Mei 2026, total layanan KA Lokal di Jawa Barat mencapai 8.425.230 pelanggan, atau melonjak 103,66% dibandingkan periode sama tahun 2022.
Kontributor rute terbesar
Kontribusi terbesar datang dari rute Bandung Raya yang melayani 4.724.036 penumpang pada Januari–Mei 2026. Rute lain juga menunjukkan kenaikan signifikan baik dari sisi volume maupun persentase pertumbuhan.
| Rute | Penumpang Jan–Mei 2026 | Penumpang 2022 | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| Bandung Raya | 4.724.036 | — | — |
| Walahar | 1.807.649 | 691.782 | 161,29% |
| Garut / Cibatuan | 1.317.737 | 615.111 | 114,23% |
| Jatiluhur | 575.808 | 67.843 | 748,74% |
Pandangan KAI tentang kenaikan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa KA Lokal kian menjadi bagian dari rutinitas warga. Kereta memberi waktu perjalanan yang lebih terukur dan biaya transportasi yang efisien bagi pengguna.
"Bagi banyak pelanggan, KA Lokal menjadi bagian dari rutinitas produktif mereka. Kereta api membantu masyarakat menjangkau tempat kerja, sekolah, pusat perdagangan, maupun layanan publik dengan waktu perjalanan yang lebih terukur dan biaya transportasi yang efisien,"
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperluas manfaat layanan dan menjaga keandalan operasional.
"Pertumbuhan pelanggan menunjukkan bahwa masyarakat semakin merasakan manfaat kereta api dalam kehidupan sehari-hari. KAI akan terus menjaga keandalan layanan KA Lokal agar manfaat tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat,"
Implikasi dan langkah ke depan
Kenaikan penumpang membuka tantangan operasional dan peluang pengembangan layanan. Dengan permintaan yang meningkat, KAI perlu menjaga frekuensi, kapasitas gerbong, dan ketepatan jadwal agar kualitas layanan tetap terjaga.
Data ini juga menjadi dasar perencanaan rute dan alokasi sumber daya untuk mendukung mobilitas perkotaan di Jawa Barat dalam beberapa tahun ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Menguat di Jeda Siang ke Level 6.482,57
IHSG menguat 80,68 poin ke 6.482,57 pada jeda siang 18 Agustus 2026, didorong sentimen domestik meski risiko...
Penertiban 1.000 Tambang Ilegal Dongkrak Kinerja PT Timah
Penutupan 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung meningkatkan produksi, penjualan, dan laba PT Timah pada S...
Industri TPT Masih Prospektif, Ekspor Capai USD4,85 Miliar
Menteri Perindustrian: industri TPT masih berpeluang tumbuh; ekspor Semester I 2026 mencapai USD4,85 miliar...
Emas Antam Naik Rp18.000, Harga 1 Gram Rp2.695.000 (18 Agustus 2026)
Emas Antam menguat Rp18.000 pada 18 Agustus 2026; harga 1 gram kini Rp2.695.000. Cek rincian harga per ukura...
Rupiah Dibuka Melemah, Terdorong Kekhawatiran Perang di Timur Tengah
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.846 per dolar AS, terdorong kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah dan ken...
IHSG Dibuka Naik 0,95%: Investor Waspadai Geopolitik Timur Tengah
IHSG dibuka menguat 0,95% ke 6.462,58 pada 18 Agustus 2026; investor awasi risiko geopolitik Timur Tengah da...