KAI Laporkan 119 Perlintasan Sebidang Prioritas Ditutup
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin melaporkan penutupan 119 perlintasan sebidang prioritas kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana. Laporan tersebut disampaikan seiring upaya KAI mempercepat penutupan total 172 perlintasan yang menjadi target tahun ini, serta penanganan perlintasan liar dan penguatan fasilitas keselamatan.
Capaian dan target penutupan
KAI telah menutup 119 dari 172 perlintasan prioritas. Selain itu, perusahaan mencatat penanganan terhadap 490 perlintasan liar sebagai bagian dari strategi mengurangi risiko.
Target program ini juga menyasar 1.810 perlintasan tidak terjaga di seluruh wilayah kerja KAI. Upaya percepatan penyelesaian 53 titik yang tersisa terus dilakukan untuk mencapai target tahunan.
Data kecelakaan dan penyebab dominan
KAI mencatat ratusan kecelakaan di perlintasan hingga 4 Juni 2026. Dalam periode tersebut tercatat 97 korban jiwa, dengan 43 meninggal dunia di lokasi dan sisanya mengalami luka berat atau ringan.
Analisis menunjukkan bahwa 52 persen kecelakaan terjadi pada perlintasan tidak terjaga. Perilaku pengguna jalan, khususnya menerobos saat kereta melintas, menjadi penyebab dominan dengan porsi mencapai 87 persen.
Rekapan kejadian 2022–2025
Dalam periode 2022 hingga 2025, KAI mencatat 1.244 kecelakaan di perlintasan sebidang. Sebesar 913 kejadian (73 persen) terjadi tanpa penjagaan. Dampaknya adalah 1.152 korban dengan rincian 437 meninggal di lokasi, 294 luka berat, dan 421 luka ringan.
Dasar evaluasi dan pendekatan keselamatan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan setiap lokasi yang ditutup melalui kajian komprehensif. Evaluasi mempertimbangkan tingkat risiko dan volume perjalanan kereta api sebelum pengambilan keputusan.
&ldquo:Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujar Anne Purba.
Anne menambahkan bahwa penanganan bertahap dan penyesuaian teknik di setiap lokasi diperlukan karena karakteristik wilayah berbeda-beda.
Kolaborasi dan imbauan publik
KAI menilai capaian penutupan perlintasan merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah. Selain penutupan, perusahaan aktif melakukan sosialisasi dan pemasangan ribuan spanduk peringatan di titik rawan.
&ldquo:Keselamatan merupakan investasi sosial. Kami mengajak seluruh masyarakat mematuhi aturan saat melintas dan menjaga fasilitas keselamatan yang telah dibangun bersama,” kata Anne.
KAI terus mempercepat penutupan sisa 53 perlintasan prioritas untuk memastikan target tahunan tercapai dan menurunkan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Menguat di Jeda Siang ke Level 6.482,57
IHSG menguat 80,68 poin ke 6.482,57 pada jeda siang 18 Agustus 2026, didorong sentimen domestik meski risiko...
Penertiban 1.000 Tambang Ilegal Dongkrak Kinerja PT Timah
Penutupan 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung meningkatkan produksi, penjualan, dan laba PT Timah pada S...
Industri TPT Masih Prospektif, Ekspor Capai USD4,85 Miliar
Menteri Perindustrian: industri TPT masih berpeluang tumbuh; ekspor Semester I 2026 mencapai USD4,85 miliar...
Emas Antam Naik Rp18.000, Harga 1 Gram Rp2.695.000 (18 Agustus 2026)
Emas Antam menguat Rp18.000 pada 18 Agustus 2026; harga 1 gram kini Rp2.695.000. Cek rincian harga per ukura...
Rupiah Dibuka Melemah, Terdorong Kekhawatiran Perang di Timur Tengah
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.846 per dolar AS, terdorong kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah dan ken...
IHSG Dibuka Naik 0,95%: Investor Waspadai Geopolitik Timur Tengah
IHSG dibuka menguat 0,95% ke 6.462,58 pada 18 Agustus 2026; investor awasi risiko geopolitik Timur Tengah da...