Mendag Lepas Ekspor Pinang IPB Senilai Rp2,2 M ke Bangladesh & Maladewa
Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor produk pinang milik PT Export Tani Nusantara senilai Rp2,2 miliar di Bogor, Jumat, 12 Juni 2026. Ekspor ini menandai capaian mahasiswa IPB University dalam menembus pasar internasional setelah mendapat fasilitasi promosi dan business matching dari Kemendag sejak 2025.
Tujuan ekspor dan nilai transaksi
Pengiriman produk pinang kali ini ditujukan ke Bangladesh dan Maladewa. Nilai transaksi yang dilepas mencapai Rp2,2 miliar, sebagai bagian dari upaya memperluas pasar komoditas pertanian berbasis kampus.
Selain pengiriman ini, PT Export Tani Nusantara juga mencatat kemajuan dalam kesepakatan bisnis lain yang berhasil diraih melalui kegiatan promosi luar negeri.
Peran Kemendag dan IPB University
Kemendag memfasilitasi promosi dagang dan business matching sejak 2025, yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli mancanegara. Fasilitasi tersebut juga mencakup dukungan partisipasi pada pameran dagang di Shanghai, Tiongkok.
"Kami melepas ekspor produk pinang ke Bangladesh dan Maladewa. Pembeli komoditas ini diperoleh melalui fasilitasi promosi dan business matching yang dilakukan Kemendag tahun lalu,"
Fasilitasi pameran dan pendampingan menjadi jembatan penting bagi pengusaha muda untuk mendapatkan akses pasar dan calon pembeli potensial.
Hasil pameran dan prospek usaha
PT Export Tani Nusantara memperoleh peluang pasar baru saat mengikuti pameran dagang di Shanghai. Dari kegiatan itu perusahaan mendapat sejumlah calon pembeli dan akhirnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan nilai transaksi yang lebih besar.
- Nilai MoU tercatat mencapai Rp33 miliar.
- Komoditas yang tertarik masuk pasar meliputi biji kopi arabika, vanili, kakao, dan pinang.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemendag dan IPB yang selalu memberikan dukungan bagi kami. Dukungan tersebut diberikan melalui pelatihan, pendampingan, serta akses pasar melalui kegiatan business matching,"
Implikasi dan langkah ke depan
Keberhasilan ini menunjukkan peran penting sinergi pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku usaha dalam meningkatkan ekspor pertanian. Dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, pameran, dan business matching akan menentukan kemampuan usaha skala kampus untuk terus menembus pasar global.
Dengan pencapaian transaksi dan MoU besar, PT Export Tani Nusantara berpotensi memperluas ekspor komoditas lainnya dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian nasional.
Berita Terkait
KAI Services Buka Kemitraan UMKM di Kampus IPB
KAI Services membuka kemitraan UMKM untuk masuk ke jaringan kereta; sosialisasi digelar 12 Juni 2026 di Kamp...
Penumpang Stasiun Cibadak Naik 6,46% JanuariāMei 2026
Penumpang Stasiun Cibadak naik 6,46% menjadi 74.281 pada JanāMei 2026, memperkuat peran kereta api dalam mob...
Perpanjangan Peron Stasiun Bogor Capai 62,31 Persen
Perpanjangan peron 6-8 Stasiun Bogor mencapai 62,31% per 12 Juni 2026 untuk menampung kereta 12 unit dan ant...
MIND ID Catat Pendapatan Rp159,46 T pada 2025, Hilirisasi Dorong Pertumbuhan
MIND ID raih pendapatan Rp159,46 triliun pada 2025; hilirisasi dan sinergi grup dorong laba dan kontribusi k...
Akhir Pekan: Rupiah Menguat 128 Poin ke Rp17.860
Rupiah ditutup menguat 128 poin ke Rp17.860 akhir pekan ini, terdorong meredanya risiko geopolitik dan senti...
Rupiah Menguat Signifikan, BI: Pasar Respons Positif Kenaikan Suku Bunga
Rupiah menguat ke Rp17.865 per dolar; BI sebut pasar merespons positif kenaikan BI Rate 5,5% dan aliran moda...