OJK: Sektor Jasa Keuangan Harus Kuat untuk Dukung Pembangunan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Penguatan stabilitas dan pengawasan adaptif
Friderica menekankan pengawasan harus tangguh menghadapi gejolak serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia mengingatkan pentingnya penegakan aturan yang tegas namun proporsional untuk menjaga integritas pasar.
"Kami harus memastikan sektor jasa keuangan tetap kuat, stabil, dan berintegritas,"
"Pengawasan harus tangguh menghadapi gejolak, adaptif terhadap perkembangan teknologi, tegas dalam menegakkan ketentuan, dan selalu berorientasi pada kepentingan bangsa."
— Friderica Widyasari Dewi (Kiki)
Perluasan akses keuangan dan perlindungan konsumen
OJK mendorong layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan bertanggung jawab. Kebijakan ini selaras dengan upaya meningkatkan literasi keuangan agar masyarakat dapat memanfaatkan produk digital dengan bijak.
"Inklusi harus berjalan bersama literasi, inovasi harus berjalan bersama perlindungan konsumen,"
"Kemajuan digital harus membuka pintu kesempatan, bukan menciptakan ruang baru bagi penipuan, penyalahgunaan data, atau praktik yang merugikan masyarakat."
— Friderica Widyasari Dewi (Kiki)
Dukungan untuk UMKM, perempuan, dan wilayah 3T
Friderica juga menyorot aspek keadilan dalam akses keuangan. Ia meminta kesempatan lebih besar bagi pelaku UMKM, perempuan, generasi muda, dan masyarakat di wilayah 3T agar mereka bisa berkembang melalui akses pembiayaan.
Langkah ini diharapkan mempersempit kesenjangan ekonomi dan membuka ruang bagi pertumbuhan yang lebih merata di seluruh daerah.
Sektor jasa keuangan sebagai penggerak produktivitas
Menurut OJK, sektor jasa keuangan harus aktif mendorong kegiatan produktif. Fokusnya meliputi pembiayaan yang mencipta lapangan kerja, penguatan hilirisasi industri nasional, serta dukungan terhadap inovasi dan ekonomi berkelanjutan.
Pesan kepada pegawai OJK
Friderica mengingatkan kepada ribuan pegawai OJK bahwa meningkatnya peran lembaga berarti bertambahnya kepercayaan negara. Ia menekankan menjaga kepercayaan tersebut sebagai prioritas organisasi.
"Ini bukan sekadar bertambahnya tugas dan kewenangan, tetapi kepercayaan negara yang harus dijaga,"
— Friderica Widyasari Dewi (Kiki)
Pandangan OJK ini menegaskan arah kebijakan pengawas keuangan ke depan: menggabungkan stabilitas, inklusi, dan perlindungan konsumen. Keberhasilan kebijakan akan sangat bergantung pada sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Industri TPT Masih Prospektif, Ekspor Capai USD4,85 Miliar
Menteri Perindustrian: industri TPT masih berpeluang tumbuh; ekspor Semester I 2026 mencapai USD4,85 miliar...
Emas Antam Naik Rp18.000, Harga 1 Gram Rp2.695.000 (18 Agustus 2026)
Emas Antam menguat Rp18.000 pada 18 Agustus 2026; harga 1 gram kini Rp2.695.000. Cek rincian harga per ukura...
Rupiah Dibuka Melemah, Terdorong Kekhawatiran Perang di Timur Tengah
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.846 per dolar AS, terdorong kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah dan ken...
IHSG Dibuka Naik 0,95%: Investor Waspadai Geopolitik Timur Tengah
IHSG dibuka menguat 0,95% ke 6.462,58 pada 18 Agustus 2026; investor awasi risiko geopolitik Timur Tengah da...
IHSG Diproyeksi Menguat Didukung Sentimen Domestik dan Global
IHSG diperkirakan menguat pada 18 Agustus 2026, didukung sentimen domestik dari RAPBN dan harga komoditas, n...
PLN Amankan Kelistrikan Upacara HUT ke-81 dengan Sistem Lima Lapis
PLN menyiagakan sistem pengamanan kelistrikan lima lapis dan ratusan personel untuk mengamankan Upacara HUT...