Ekonomi

IHSG Menguat 0,75% pada Penutupan 18 Agustus 2026

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG menguat pada 18 Agustus 2026 menunjukkan kenaikan dan data transaksi pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 6.449,83, naik 47,94 poin (0,75%) dibanding penutupan sebelumnya.

Pergerakan pasar dan data transaksi

IHSG bergerak menguat sejak pembukaan pada 6.448,82 dan sempat mencapai posisi tertinggi di 6.490,64. Selama sesi, indeks cenderung fluktuatif namun bertahan di zona hijau.

Market breadth menunjukkan kondisi pasar yang relatif luas. Rinciannya sebagai berikut:

  • 399 saham naik
  • 263 saham turun
  • 159 saham stagnan

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp14,7 triliun. Volume perdagangan mencapai 33,35 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,1 juta kali transaksi.

Sentimen global menahan laju

Penguatan IHSG kali ini dinilai cukup tangguh meski mendapat tekanan dari sentimen global. Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan pasar relatif menantang karena kondisi geopolitik yang memanas.

"Namun terkadang keduanya selalu mendapatkan kejutan," kata Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas mengenai dinamika pasar saham dan obligasi.

Ketegangan geopolitik memicu lonjakan harga minyak. Harga WTI sempat menyentuh USD85,30 per barel, sedangkan Brent menembus USD90,87 per barel. Kenaikan harga minyak berpotensi menambah tekanan inflasi global.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun melonjak ke 5,31%, mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar. Dari sisi data ekonomi regional, rilis Tiongkok menunjukkan perlambatan pada penjualan ritel dan produksi industri.

Sentimen domestik dan prospek sektor

Di dalam negeri, pasar mendapat dukungan dari kebijakan investasi jangka panjang. Pemerintah resmi menaikkan target investasi 2027 menjadi Rp2.322 triliun untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5%.

Kebijakan hilirisasi dan penguatan industri bernilai tambah dianggap memberikan katalis positif. Pelaku pasar melihat potensi penguatan pada sektor mineral, kawasan industri, energi, infrastruktur, dan manufaktur.

Dengan kombinasi sentimen global yang tetap berisiko dan dorongan kebijakan domestik, pergerakan IHSG ke depan diperkirakan menghadapi volatilitas namun tetap memiliki katalis dari kebijakan investasi dan sektor riil.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait