Ekonomi

KAI Group Angkut 166,15 Juta Penumpang, Emisi Turun 15.350 Ton

Bagikan:
Kereta listrik KAI Group di stasiun menunjukkan layanan perkotaan dan pengurangan emisi

KAI Group melayani 166.154.342 penumpang kereta listrik pada periode Januari–Mei 2026 dan mengklaim mampu menekan emisi sebesar 15.350 ton CO2e. Data capaian diumumkan resmi pada 13 Juni 2026 untuk menunjukkan kontribusi transportasi publik berbasis listrik terhadap pengurangan polusi.

Rincian volume dan pertumbuhan

Commuter Line Jabodetabek menjadi kontributor utama dengan 146.259.555 penumpang, naik 5,81% dari tahun sebelumnya. LRT Jabodebek mencatat lonjakan signifikan menjadi 13.211.856 penumpang, atau tumbuh 23,16%.

Layanan Penumpang (Jan–Mei 2026) Pertumbuhan Emisi (g/penumpang/km)
Total KAI Group 166.154.342
LRT Jabodebek 13.211.856 +23,16% (vs 10.727.798) 15 g
Commuter Line Jabodetabek 146.259.555 +5,81% (vs 138.227.725) 34,03 g
Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta 1.013.574 +14,78% (vs 883.065)
Commuter Line Yogyakarta 3.854.340 +7,88% (vs 3.572.727)
LRT Sumatera Selatan 1.815.017

Perbandingan emisi

Angka emisi menunjukkan keuntungan lingkungan dari moda listrik perkotaan. LRT Jabodebek menghasilkan sekitar 15 gram emisi per penumpang per kilometer. Untuk Commuter Line, Badan Riset dan Inovasi Nasional mencatat sekitar 34,03 gram per penumpang per kilometer.

Bandingkan dengan kendaraan pribadi: sepeda motor tercatat sekitar 37 gram, sedangkan mobil pribadi mencapai 42 gram per penumpang per kilometer. Peralihan ke transportasi publik berbasis listrik dapat memangkas beban emisi harian secara signifikan.

Kebijakan dan komitmen perusahaan

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan fungsi armada listrik dalam merespons peningkatan mobilitas perkotaan.

"Kereta listrik perkotaan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Perjalanan menjadi lebih terukur, kapasitas layanan besar, dan emisi yang dihasilkan per pelanggan jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi,"

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menambahkan komitmen perusahaan untuk memperkuat layanan urban. Ia menjelaskan bahwa LRT Sumatera Selatan beroperasi menggunakan sistem listrik aliran bawah bertegangan 750 V DC.

"Setiap pelanggan yang beralih ke transportasi publik berbasis listrik ikut membantu menekan beban emisi transportasi harian,"

Implikasi dan prospek

Data Januari–Mei 2026 menunjukkan tren peningkatan penggunaan layanan kereta listrik di berbagai wilayah. Pertumbuhan penumpang dan pengurangan emisi menjadi dasar bagi perencanaan perluasan layanan dan peningkatan frekuensi. Ke depan, peningkatan aksesibilitas dan kenyamanan menjadi kunci agar lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke moda berbasis listrik.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait