MenPAN-RB Dorong Transformasi Digital ASN, BPOM Perkuat Layanan
MenPAN-RB menegaskan pentingnya transformasi digital dalam memperkuat layanan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pernyataan itu disampaikan Menteri Rini Widyantini pada Rapat Koordinasi Nasional SDM BPOM di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Ia memberi apresiasi ke BPOM yang meluncurkan sejumlah inovasi berbasis kecerdasan buatan untuk manajemen ASN dan layanan publik.
Dorong pemanfaatan AI untuk layanan internal ASN
Menteri Rini mengatakan transformasi digital tidak hanya bertujuan memperbaiki layanan publik, tetapi juga meningkatkan layanan internal bagi ASN. Menurutnya, kemudahan akses layanan kepegawaian harus menjadi prioritas agar birokrasi lebih efisien dan responsif.
"Pemerintahan digital tentunya bukan hanya tentang bagaimana cara kita memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memastikan layanan ke dalam internal ASN,"
Rini mendorong pemanfaatan AI untuk menguatkan sistem manajemen talenta, mempercepat proses administrasi, dan memberi informasi layanan kepegawaian secara mudah bagi pegawai.
BPOM kembangkan manajemen talenta dan perluasan MPP
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan transformasi digital dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM lembaga. BPOM telah resmi meluncurkan beberapa aplikasi digital yang mendukung pengelolaan ASN dan layanan pengawasan obat dan makanan.
Selain inovasi internal, BPOM aktif di Mal Pelayanan Publik (MPP). Rini menyebut saat ini ada sekitar 194 unit layanan BPOM di MPP se-Indonesia, dan berharap tambahan sekitar 159 unit dapat terisi oleh Badan POM.
"Badan POM selalu hadir di setiap MPP dan saat ini ada sekitar 194 unit yang ada di MPP. Badan POM juga membantu MPP dan saya berharap nanti sekitar 159 lagi bisa diisi oleh Badan POM,"
Keikutsertaan BPOM di MPP dinilai meningkatkan aksesibilitas layanan pengawasan pangan dan obat bagi masyarakat di berbagai daerah.
Reformasi birokrasi dan prospek layanan publik
Rini menekankan transformasi birokrasi harus berorientasi pada kemudahan pelayanan dan kebutuhan publik. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sinergi antar lembaga untuk mengawal pengawasan pangan dan kesehatan nasional.
"Kita sedang membenahi birokrasi bersama, jadi birokrasi itu harus responsif, tidak boleh mempersulit rakyat, wajib memberantas keborosan anggaran,"
Langkah digital yang ditempuh BPOM diharapkan merampingkan proses internal, meningkatkan kepuasan publik, dan mempercepat layanan pengawasan obat dan makanan. Pemerintah mendorong adopsi teknologi sekaligus pembenahan internal agar implementasi digital berjalan efektif.
Dengan penguatan sistem digital dan perluasan layanan di MPP, targetnya adalah menghadirkan layanan publik yang lebih mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...