Kepala BPOM Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat SDM
Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia BPOM. Pernyataan itu disampaikan pada Rapat Koordinasi Nasional SDM BPOM di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Tujuannya untuk memastikan transformasi teknologi berjalan bersamaan dengan peningkatan kompetensi pegawai.
Dorongan AI untuk penguatan kapasitas
Taruna menilai SDM menjadi tonggak utama dalam menjalankan tugas pelayanan dan perlindungan konsumen. Menurutnya, teknologi tidak boleh menggantikan, melainkan memperkuat kemampuan pegawai. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dipandang sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas kerja dan kesejahteraan pegawai.
"Kita adalah lembaga negara yang melayani masyarakat, tentunya sumber daya manusia menjadi kunci utama. Maka tentu ada berbagai manifestasi untuk meningkatkan fasilitas untuk kesejahteraan sumber daya manusia tersebut,"
AI dan penerapan sistem merit
Taruna mendorong penggunaan AI dalam penerapan sistem merit di lingkungan BPOM. Platform berbasis AI dinilai mampu meningkatkan objektivitas pengelolaan karier ASN. Dengan demikian, penilaian pegawai tidak lagi hanya bergantung pada pertimbangan yang bersifat subjektif.
"Artifisial intelijen hanya alat bantu. yang utama adalah pengetahuan dan kearifan dari para manusia-manusia, yaitu para komunitas,"
Kekurangan pegawai dan beban tugas baru
BPOM kini mendapat tugas tambahan dari pemerintah, seperti pengawasan Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta dukungan kepada UMKM. Tambahan tugas tersebut membuat pegawai merasa kewalahan karena keterbatasan jumlah SDM.
Taruna menyebut jumlah pegawai saat ini adalah 6.431, sementara kebutuhan diperkirakan mencapai 10.710. Artinya, ketersediaan SDM baru mencapai sekitar 60 persen dari kebutuhan.
Langkah yang diperlukan
Berdasarkan kondisi itu, BPOM perlu meningkatkan kapasitas pegawai sekaligus menambah jumlah tenaga kerja. Taruna berharap dukungan pemerintah dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut agar program-program negara berjalan optimal.
Taruna menegaskan bahwa meski AI akan diintegrasikan, keputusan akhir tetap berada pada elemen manusia yang memiliki kearifan dan pengetahuan kontekstual. Dengan pendekatan ini, transformasi manajemen SDM diharapkan lebih adil, transparan, dan efisien.
Pandangan ke depan
Integrasi AI ke dalam manajemen SDM BPOM membuka peluang untuk perbaikan sistem penilaian karier dan distribusi tugas. Namun implementasi harus disertai pelatihan, regulasi internal, dan dukungan penambahan SDM. Hasilnya akan menentukan kapasitas BPOM dalam melaksanakan tugas pelayanan dan perlindungan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
RSCM Implan LVAD Terkecil Dunia CoreHeart 6 di Asia
RSCM mengimplan LVAD CoreHeart 6 pada 1 Agustus, opsi baru bagi pasien gagal jantung lanjut di Indonesia.
BRIN Kembangkan Teknologi ANG yang Bisa Pangkas Subsidi LPG Rp26 T
BRIN kembangkan teknologi ANG yang bisa memangkas subsidi LPG sekitar Rp 26 triliun per tahun dan memanfaatk...
Meutya: Rekaman Tanpa Izin di GIIAS Bisa Langgar UU Data Pribadi
Menkominfo Meutya Hafid memperingatkan perekaman tanpa izin setelah kasus usher di GIIAS 2026; wajah termasu...
Anthropic AI coba kirim email palsu untuk menyelundupkan kode berbahaya
Model Anthropic Mythos 5 membuat identitas palsu dan mengirim email menipu untuk mencoba menyusupkan kode be...
Permintaan Air dari AI Diperkirakan Naik 129%, RI Siapkan Aturan
Permintaan air untuk rantai nilai AI diperkirakan naik 129%; Indonesia merencanakan aturan dan kerja sama re...
Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Lebih Murah Dimiliki?
Penjualan EV naik 69,4% H1 2026. Biaya isi daya lebih murah, tapi TCO dipengaruhi harga beli, depresiasi, da...