KAI-KCIC EduTrain: 81 Anak Panti Ikuti Perjalanan Edukatif
PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyelenggarakan program EduTrain Jakarta Bandung untuk 81 anak panti asuhan pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam dua tahap ini mengajak peserta naik KA Feeder dan Whoosh, serta memberi pengenalan operasional, fasilitas stasiun, dan aspek keselamatan. Setiap panti mengirimkan 27 anak serta tiga pendamping untuk mengikuti seluruh rangkaian aktivitas.
Pelaksanaan dan peserta
Program dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan ulang tahun ke-81 KAI. Kegiatan dibagi dalam dua tahap agar seluruh peserta dapat mengikuti agenda edukatif secara penuh. Moda perjalanan yang digunakan adalah perpaduan KA Feeder dan layanan cepat Whoosh pada rute Jakarta–Bandung. Partisipasi pendamping bertujuan mendampingi anak selama perjalanan dan sesi interaktif.
Materi dan rangkaian kegiatan
Peserta menerima materi pengenalan operasional perjalanan kereta, fasilitas stasiun, serta penjelasan terkait keselamatan. Materi disampaikan dengan pendekatan praktis dan interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Di dalam kereta diselenggarakan kelas inspiratif, sesi berbagi bersama jajaran manajemen, dan permainan edukatif.
- Kelas inspiratif tentang teknologi perkeretaapian
- Sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman dengan manajemen
- Permainan edukatif yang mempraktikkan keselamatan perjalanan
“Teknologi yang dimiliki perusahaan akan memberi nilai yang semakin luas ketika pengetahuan di baliknya dapat dibagikan. Melalui EduTrain, kami ingin anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang membuka rasa ingin tahu dan memperluas pandangan mereka terhadap masa depan,”
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Umum KAI, Indarto Pamoengkas. Pernyataan ini menekankan tujuan program untuk membuka akses pengetahuan teknologi perkeretaapian bagi generasi muda.
Metode pembelajaran dan interaksi
CEO komunikasi korporat KAI menjelaskan format kegiatan yang menekankan pada pengalaman langsung. Sesi dirancang agar anak dapat melihat, mencoba, dan bertanya tentang teknologi serta layanan di stasiun dan kereta. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memantik rasa ingin tahu dan memudahkan pemahaman konsep teknis.
“Kami ingin membuka akses pengetahuan melalui perjalanan. Anak-anak dapat melihat bagaimana teknologi, layanan, dan keselamatan bekerja dalam ekosistem perkeretaapian,”
Tujuan jangka panjang dan harapan
KAI dan KCIC berharap pengalaman ini menumbuhkan keberanian anak dalam merancang masa depan serta memperkenalkan berbagai profesi dalam ekosistem transportasi. Program bertujuan memberi wawasan konkret tentang peluang karier dan keterampilan teknis di bidang perkeretaapian. Dengan model edukasi berbasis pengalaman, penyelenggara berharap peserta pulang dengan pengetahuan baru dan motivasi lebih kuat untuk bermimpi lebih luas.
Keberlanjutan inisiatif serupa dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan nonformal dan membangun minat anak terhadap sektor transportasi di masa mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...