IHSG Anjlok Jeda Siang, Investor Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah hingga jeda siang pada Rabu, 19 Agustus 2026, seiring investor menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia. Pada sesi pertama, IHSG turun 38,63 poin atau 0,60% ke level 6.411,19.
Pergerakan pasar siang ini
Pasar dibuka pada level 6.408,17. Sepanjang sesi I, indeks sempat menyentuh tertinggi 6.490,91 dan terendah 6.373,81. Aktivitas perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp7,348 triliun dengan volume 21,435 miliar saham.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Penutupan sesi I | 6.411,19 (−38,63 / −0,60%) |
| Pembukaan | 6.408,17 |
| Tertinggi | 6.490,91 |
| Terendah | 6.373,81 |
| Nilai transaksi | Rp7,348 triliun |
| Volume | 21,435 miliar saham |
| Saham naik | 233 |
| Saham turun | 361 |
| Stagnan | 191 |
Sentimen global dan komentar analis
Tekanan jual di pasar domestik dipengaruhi oleh ketidakpastian global. Analis dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta perkembangan harga minyak sebagai pemicu sentimen.
"Presiden AS, Donald Trump, akhirnya menegaskan tidak ada kesepakatan lanjutan yang akan terjadi. Ini berarti harga minyak lagi‑lagi kembali mengalami kenaikan," ujar analis Pilarmas.
Fokus pada keputusan suku bunga BI
Di sisi domestik, pelaku pasar menempatkan perhatian pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Konsensus pasar memproyeksikan BI akan mempertahankan suku bunga acuan BI‑Rate pada level 5,75%.
"Pasar menunggu arah kebijakan BI terkait suku bunga acuan yang diprediksi tetap dipertahankan pada level 5,75 persen," kata analis tersebut.
Dampak dan prospek
Keputusan menahan suku bunga dinilai realistis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menekan inflasi di tengah kondisi global yang tidak menentu. Langkah tersebut diharapkan tetap mampu menopang stabilitas makroekonomi.
Sementara itu, pelonggaran kebijakan makroprudensial disebut dapat terus mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, yang pada gilirannya berpotensi mendukung pemulihan ekonomi lebih luas apabila tekanan eksternal mereda.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
LPDB Koperasi Salurkan Rp22,13 Triliun dalam 20 Tahun
LPDB Koperasi menyatakan telah menyalurkan Rp22,13 triliun ke 3.909 koperasi di 36 provinsi selama 20 tahun,...
Rupiah Melemah 0,36% Terdorong Kenaikan Harga Minyak
Rupiah ditutup melemah 0,36% ke Rp17.862, tertekan kenaikan harga minyak dan risiko geopolitik yang memengar...
IHSG Menguat 0,75% pada Penutupan 18 Agustus 2026
IHSG ditutup menguat 0,75% pada 18 Agustus 2026 di level 6.449,83, didorong sentimen domestik meski tekanan...
OJK: Sektor Jasa Keuangan Harus Kuat untuk Dukung Pembangunan
Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan sektor jasa keuangan harus kuat, inklusif, dan terlindungi unt...
Kemenperin Dorong IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik
Kemenperin mendorong IKM memenuhi kualifikasi pemasok komponen kendaraan listrik agar masuk rantai pasok dan...
IAW Desak Transparansi dalam Rencana Akuisisi 62% BYAN
IAW minta keterbukaan soal rencana akuisisi 62% BYAN: ungkap legal purchaser, ultimate beneficial owner, dan...