Lokal

Kemendikdasmen Latih Guru Pembelajaran Mendalam di Deli Serdang

Bagikan:
Guru mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam di Gedung PGRI Deliserdang Juni 2026

Deli Serdang, 3–4 Juni 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar pelatihan Pembelajaran Mendalam di Gedung PGRI Deliserdang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan strategi yang mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pelatihan juga respons terhadap hasil PISA 2022 yang menunjukkan sebagian besar pelajar Indonesia masih berada pada level LOTS.

Tujuan dan konteks pelatihan

Pelatihan dirancang agar guru tidak hanya fokus pada capaian akademik. Pendekatan ini menekankan pengembangan karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, empati, dan kesehatan peserta didik. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, dengan sesi teori dan praktik.

Empat pilar Pembelajaran Mendalam

Kemendikdasmen membangun pendekatan ini di atas empat pilar utama. Keempat pilar menjadi landasan untuk merancang pengalaman belajar yang komprehensif.

  • Olah pikir — mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis.
  • Olah hati — pembentukan karakter dan empati.
  • Olah rasa — peka terhadap konteks sosial dan emosional.
  • Olah raga — menjaga kesehatan fisik sebagai bagian pembelajaran.

Prinsip pelatihan menekankan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga proses pembelajaran lebih holistik dan relevan bagi peserta didik.

Tahapan pengalaman belajar dan peran guru

Dalam praktik, peserta diperkenalkan pada tiga tahapan pengalaman belajar. Tahapan ini dimaksudkan untuk memastikan pemahaman mendalam dan kemampuan aplikasi oleh siswa.

  1. Memahami — siswa membangun konsep dasar dan hubungan antaride.
  2. Mengaplikasi — penerapan pengetahuan dalam konteks nyata.
  3. Merefleksi — evaluasi diri dan pembelajaran berkelanjutan.

Guru didorong untuk bertransformasi dari penyampai materi menjadi aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar. Peran ini memberi ruang bagi siswa untuk aktif, kreatif, dan berinovasi.

Respons peserta dan harapan implementasi

Salah seorang peserta, Vera Dayana, menilai materi sangat relevan dengan tantangan pendidikan sekarang. Menurutnya, pendekatan ini memberi perspektif baru bagi guru.

"Pelatihan ini membuka wawasan saya bahwa pembelajaran tidak hanya mengejar nilai, tetapi bagaimana siswa benar-benar memahami materi, mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan melakukan refleksi atas proses belajarnya. Pendekatan ini membuat guru lebih kreatif dalam membangun pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna." — Vera Dayana

Vera berharap konsep Pembelajaran Mendalam diterapkan konsisten di sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Diharapkan, implementasi ini dapat membentuk karakter siswa yang kritis, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dampak kebijakan dan prospek ke depan

Kemendikdasmen berharap pelatihan ini memicu terciptanya ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendekatan Pembelajaran Mendalam juga diharapkan menjadi salah satu strategi untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menghasilkan generasi yang unggul dan adaptif.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait