Gus Yahya: NU Harus Bekerja Sama dengan Pemerintah agar Manfaat Sampai Rakyat
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan Nahdlatul Ulama perlu memperkuat kerja sama dengan pemerintah agar program untuk kesejahteraan masyarakat benar-benar sampai ke rakyat. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.
Alasan dan urgensi kerja sama
Gus Yahya menilai NU memiliki basis warga yang besar sehingga tanggung jawab organisasi makin besar. Ia merujuk pada sebuah survei yang menunjukkan warga NU mencapai sekitar 57 persen dari keseluruhan penduduk Muslim Indonesia.
Dengan estimasi jumlah penduduk Muslim sekitar 244 juta orang, menurut Gus Yahya, warga NU bisa mencapai lebih dari 120 juta orang. Kondisi ini, katanya, menuntut peningkatan kapasitas organisasi untuk menjamin manfaatnya dirasakan luas.
Peran NU sebagai penghubung kebijakan
Menurutnya, kerja sama tidak cukup sekadar formalitas. NU harus berperan aktif memastikan pelaksanaan program pemerintah tersambung dengan kebutuhan warga di lapangan.
"Maka setelah pergulatan dan perenungan sekian lama, kami sampai pada satu keyakinan. Bahwa apabila jam'iyah organisasi Nahdlatul Ulama ini sungguh ingin mendatangkan manfaat maslahat yang nyata bagi warganya,"
"Tidak ada jalan lain bahwa jam'iyah ini, organisasi ini. Harus bekerja sama dengan pemerintah,"
Gus Yahya menegaskan NU dapat menjadi penyangga yang membantu kelancaran penghantaran berbagai agenda dan program pemerintah untuk kemaslahatan rakyat.
Koordinasi internal dan peningkatan kapasitas
Sebagai langkah strategis, Gus Yahya menyebut salah satu prinsip penting ke depan adalah mengoordinasikan berbagai ikhtiar organisasi dengan pelaksanaan agenda pemerintah. Hal ini diperlukan agar program berjalan efektif dan manfaatnya terdistribusi merata.
"Maka jelas bahwa ke depan, di antara prinsip penting dari jam'iyah adalah bagaimana kami mampu mengoordinasikan berbagai macam ikhtiar. Dengan pelaksanaan agenda-agenda dan program-program pemerintah,"
Ia juga mendorong peningkatan kinerja dan kapasitas NU agar peran tersebut dijalankan secara lebih efektif.
Nilai taawun dan kaitannya dengan bangsa
Gus Yahya menggarisbawahi nilai taawun atau tolong-menolong sebagai landasan penguatan kehidupan masyarakat. Prinsip itu, katanya, harus melibatkan seluruh elemen bangsa, bukan hanya warga NU.
"Sangat tepat momentum Muktamar ini kita jadikan titik tolak untuk ke depan berupaya memperkuat bangsa yang kita cintai ini. Dengan taawun tolong-menolong di antara warga, bukan hanya warga Nahdlatul Ulama saja, tapi bersama segenap warga bangsa yang kita cintai ini,"
Dengan langkah koordinasi dan peningkatan kapasitas, Gus Yahya berharap NU dapat menjadi jembatan yang efektif antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat lapangan, sehingga program pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi rakyat luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...