Mendag Pacu Ketertelusuran Kakao dan Sawit untuk Perkuat Ekspor
Menteri Perdagangan mendorong penerapan ketertelusuran dan keberlanjutan pada komoditas kakao dan kelapa sawit untuk memperkuat daya saing ekspor Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat pidato kunci pada Regional Learning Forum on Sustainable Commodities di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026. Tujuannya memperbesar nilai tambah produk dan menyesuaikan permintaan pasar global yang kini menekankan aspek keberlanjutan dan keamanan pangan.
Dorong nilai tambah dan ketertelusuran
Mendag menekankan bahwa pembeli internasional tidak lagi hanya melihat harga. Mereka juga menilai keberlanjutan, keamanan pangan, dan keandalan rantai pasok. Untuk itu, pemerintah mendorong hilirisasi dan praktik produksi yang dapat ditelusuri dari hulu ke hilir.
"Persaingan pasar global saat ini makin kompetitif. Pembeli tidak hanya melihat harga, tetapi juga menuntut keberlanjutan, keamanan pangan, dan keandalan rantai pasok."
Langkah tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah produk nasional. Contohnya, nilai ekspor kakao Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 3,6 miliar dolar AS, dengan porsi yang semakin besar berupa produk olahan.
Pengakuan kualitas kakao Indonesia
Indonesia kini mendapat pengakuan internasional sebagai produsen kakao bercita rasa khas. Pengakuan ini disebut membuka peluang masuk ke pasar kakao premium. Untuk merebut peluang itu, pemerintah dan pelaku usaha didorong melakukan inovasi produk, perlindungan indikasi geografis, serta peningkatan kualitas produksi.
Perjanjian perdagangan sebagai strategi akses pasar
Mendag juga menyoroti peran perjanjian perdagangan dalam memperluas akses pasar. Saat ini pemerintah telah mengimplementasikan 25 perjanjian perdagangan internasional, dengan dua perjanjian dalam proses ratifikasi dan 13 lainnya masih dalam perundingan.
Pemerintah mempercepat penandatanganan kerjasama dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk membuka peluang ekspor kakao dan sawit ke pasar premium.
"Untuk mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan, pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan fasilitasi perdagangan melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara tujuan ekspor."
Fasilitasi promosi dan hasil pameran
Promosi produk nasional juga didukung oleh jaringan perwakilan perdagangan. Mereka membantu promosi, identifikasi pasar, dan kegiatan business matching untuk mempertemukan produsen dengan pembeli asing.
Selain itu, pameran dagang nasional tetap menjadi kanal penting. Pada Trade Expo Indonesia 2025, transaksi yang tercatat mencapai 22,8 miliar dolar AS, menandakan minat pasar global terhadap produk olahan Indonesia.
Dengan memadukan peningkatan nilai tambah, ketertelusuran rantai pasok, dan pemanfaatan perjanjian perdagangan, pemerintah menargetkan ekspor kakao dan sawit yang lebih kompetitif dan berkelanjutan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...