Krisis Air Perkotaan Berakar dari Kerusakan Hulu DAS
Peneliti dan pengelola air menilai krisis air bersih di kawasan perkotaan berakar pada kerusakan lingkungan di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Pernyataan itu disampaikan pada 28 Agustus 2026, dan menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur hilir saja tidak cukup untuk menjamin ketersediaan dan kualitas air di kota.
Kerusakan hulu memengaruhi ketersediaan dan kualitas
Menurut Hatma Suryatmojo, peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS, masalah air kota merupakan cermin rusaknya siklus hidrologi di seluruh DAS. Ia menekankan perlunya pendekatan pengelolaan yang melihat hulu dan hilir sebagai satu sistem terpadu.
Krisis air bersih ini sebenarnya adalah cermin dari rusaknya siklus hidrologi di seluruh wilayah DAS. Kalau kita hanya membenahi hilir tanpa membenahi hulu, kita hanya memindahkan krisis, bukan menyelesaikannya
Hatma juga menunjukkan adanya ketimpangan antara batas administratif daerah dan batas ekologis DAS. Ketimpangan ini menyulitkan koordinasi lintas wilayah sehingga upaya konservasi dan restorasi hulu sering terfragmentasi.
Dampak ke pengolahan air minum di hilir
Pengelola air minum menghadapi penurunan kualitas air baku akibat kerusakan hulu. Kekeruhan meningkat, sedangkan ancaman intrusi air laut pada wilayah pesisir menambah beban proses pengolahan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Jaya PAM Jaya, Arif Nasrudin, menyatakan penurunan muka air bendungan utama penyuplai kota. Meski pasokan untuk rumah tangga masih terjaga, biaya operasi melonjak karena perlunya proses pengolahan lebih intensif.
Untuk menjaga kualitas air tetap baik, kami memaksimalkan proses filtrasi dan penambahan bahan kimia secara berlebih. Biaya operasional tentu jadi lebih meningkat signifikan
Arif juga menilai penegakan hukum terhadap industri yang membuang limbah ke badan sungai harus diperkuat. Industri perlu mengolah limbah sendiri dan menggunakan sumber air sesuai ketentuan lingkungan.
Rekomendasi kebijakan dan langkah praktis
Pakar dan pengelola mengusulkan kebijakan yang mengintegrasikan pengelolaan DAS hulu hingga hilir. Langkah-langkah yang disorot meliputi:
- Penguatan koordinasi lintas wilayah untuk perlindungan kawasan tangkapan air.
- Penegakan aturan terhadap industri agar mengolah limbah secara mandiri.
- Perencanaan tata ruang yang memperhitungkan neraca ketersediaan air tanah lokal.
- Pembangunan infrastruktur penampungan air hujan untuk menambah cadangan air perkotaan.
- Restorasi dan konservasi kawasan hulu untuk memperbaiki siklus hidrologi.
Dengan langkah terintegrasi, penanganan krisis air dapat menyasar akar persoalan, bukan sekadar memberikan solusi sementara. Perlindungan hulu DAS menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan dan kualitas air bagi wilayah perkotaan dalam jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenag Perkuat Pencegahan Perkawinan Anak lewat KUA dan BRUS
Kemenag memperkuat pencegahan perkawinan anak lewat peran KUA, Bimbingan Perkawinan, dan BRUS untuk membekal...
Krisis Air Bersih Meluas, Masyarakat Diminta Hemat Air
Pasokan air bersih turun 25%, warga diminta hemat dan kurangi pengeboran sumur untuk cegah amblesan tanah hi...
Mendag Pacu Ketertelusuran Kakao dan Sawit untuk Perkuat Ekspor
Mendag dorong ketertelusuran dan keberlanjutan kakao serta sawit untuk meningkatkan nilai tambah dan memperk...
Berdikari Siapkan 30.000 Ton SBM untuk Peternak Rakyat
PT Berdikari menyiapkan 30.000 ton SBM untuk peternak rakyat; 5.000 ton pertama telah diakses lewat Koperasi...
Pascademo, Sejumlah Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Dini Hari
Sejumlah gerbang Tol Dalam Kota ditutup sementara dini hari 28 Agustus 2026; Jasa Marga imbau pengendara pak...
Kementan Tindaklanjuti Arahan Amran untuk Lindungi Peternak Ayam Ras
Kementan menindaklanjuti arahan Mentan Amran lewat aturan distribusi DOC, pengendalian produksi, dan penguat...