Pemkab Simalungun Percepat Normalisasi Sungai Pondok Pelita
SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun mempercepat pemulihan pascabanjir di Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Kegiatan normalisasi Sungai Pondok Pelita digelar pada Senin (10/8) untuk mengatasi sedimentasi yang menyumbat aliran. Upaya ini melibatkan unsur pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan warga setempat.
Gotong royong dan alat berat dikerahkan
Pengerukan material sedimentasi berupa pasir menjadi fokus utama. Aktivitas dilaksanakan di Nagori Dolok Merangir I dengan dukungan alat berat dari perusahaan sekitar. Armada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun mengangkut material hasil pengerukan dan meratakan titik-titik yang rusak akibat arus deras saat banjir.
Pelibatan pihak-pihak tersebut berjalan melalui semangat gotong royong. Pihak yang terlibat antara lain:
- Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca)
- Organisasi Pemuda Pancasila
- Perusahaan lokal, termasuk PT Bridgestone
- Perangkat daerah terkait
Penimbunan untuk pemulihan fasilitas
Material pasir yang dikeruk tidak dibuang begitu saja. Sedimen tersebut akan dimanfaatkan untuk penimbunan lokasi terdampak agar fungsi fasilitas kembali pulih. Titik prioritas penimbunan meliputi halaman Masjid Taqwa, area SD Muhammadiyah Serbelawan, dan akses jalan di sekitar Pasar Bawah.
"Hari ini kami melaksanakan normalisasi Sungai Pondok Pelita di Nagori Dolok Merangir I. Material sedimentasi berupa pasir kami keruk dan akan digunakan untuk penimbunan kembali di lokasi-lokasi yang perlu dipulihkan pascabanjir," ujar Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar.
Koordinasi lintas sektor untuk pencegahan
Pemkab menegaskan, penanganan pascabanjir juga harus berorientasi pada pencegahan agar kejadian serupa tidak berulang. Koordinasi terus diperkuat dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak. Diskusi teknis melibatkan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Simalungun.
Selain itu, tim melakukan peninjauan akses jalan menuju PLTA Bah Bolon, Dolok Ilir I. Tujuannya mencari jalur yang bisa dilalui alat berat untuk mendukung langkah teknis selanjutnya.
Dampak ke sekolah dan harapan warga
Kepala SD Muhammadiyah Serbelawan, Ustad Syaripuddin Panjaitan, menyambut baik aksi cepat tanggap ini. Ia menilai bantuan normalisasi sangat membantu kelancaran proses belajar mengajar yang sempat terganggu.
"Bantuan ini sangat berarti bagi kami agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan nyaman dan aman," kata Ustad Syaripuddin.
Penanganan menyeluruh ini diharapkan mempercepat pemulihan sosial, keagamaan, pendidikan, dan perekonomian warga terdampak. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Pemkab Simalungun berupaya mewujudkan solusi teknis dan pencegahan yang berkelanjutan agar banjir tidak kembali mengganggu saat musim hujan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
ASPERA Mini Studio: Transformasi Digital Pembelajaran Speaking SAS
ASPERA Mini Studio hadir sebagai sistem pembelajaran speaking digital di SAS, memadukan studio, multimedia,...
Subulussalam Beringin Menuju Desa Definitif, BIG Lakukan Verifikasi Batas
Desa Persiapan Subulussalam Beringin menjalani verifikasi batas wilayah oleh BIG setelah peroleh kode regist...
Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Lonjakan Perceraian dan Kekerasan Anak
Ketua DPRK Banda Aceh kunjungi Mahkamah Syar'iyah, soroti lebih dari 300 perkara perceraian Jan–Sep 2026 dan...
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...