Muhaimin Dorong Kolaborasi Asuransi untuk Lindungi PMI
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar mendorong penguatan perlindungan asuransi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui kolaborasi antar-lembaga asuransi dan BPJS Ketenagakerjaan. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian Malang Migrant Center di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu 29 Agustus 2026.
Kebutuhan perlindungan sesuai risiko kerja di luar negeri
Muhaimin menegaskan perlindungan bagi PMI harus disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko selama bekerja di negara penempatan. Menurutnya, skema jaminan sosial yang ada belum tentu menjangkau semua risiko secara optimal.
Oleh karena itu ia mengusulkan agar BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan perusahaan asuransi profesional untuk menutup celah perlindungan itu. Hal ini penting terutama untuk risiko yang tidak tercakup oleh skema sosial.
Kalau sistem asuransi BPJS Ketenagakerjaan adalah asuransi sosial, maka bagaimana caranya agar kita bisa berkolaborasi secara menyeluruh agar perlindungan pekerja secara profesional itu terwadahi
Negara tujuan dan kerja sama bilateral
Muhaimin menyampaikan pembahasan soal perlindungan asuransi PMI juga dilakukan saat kunjungannya ke Jepang. Ia meminta agar pembahasan tersebut segera ditindaklanjuti agar perlindungan dapat terealisasi dengan cepat.
Kemarin saya ke Jepang juga membahas membicarakan ini. Tolong segera ditindaklanjuti dengan berbagai kolaborasi asuransi-asuransi sehingga mereka semua mendapatkan perlindungan yang tepat
Negara-negara dengan peluang penempatan besar yang disebut antara lain:
- Jepang
- Korea
- Hong Kong
- Taiwan
- Singapura
Peran Malang Migrant Center dan ekosistem perlindungan
Malang Migrant Center diharapkan menjadi ruang koordinasi untuk membangun ekosistem perlindungan PMI yang terintegrasi. Pusat ini juga dimaksudkan untuk memperkuat informasi pra-keberangkatan.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan dinilai krusial. Pihak yang perlu dilibatkan antara lain:
- Pemerintah pusat dan daerah
- Lembaga pelatihan dan perguruan tinggi
- Dunia usaha dan lembaga asuransi
- Lembaga masyarakat serta organisasi pekerja migran
Langkah konkret dan urgensi
Selain perluasan skema asuransi, Muhaimin menekankan pentingnya pemberian informasi yang jelas kepada calon PMI tentang hak, perlindungan, dan skema jaminan sebelum keberangkatan.
Ini pekerjaan mendesak. Asuransi para pekerja ini harus kita pastikan menjadi kebutuhan yang terpenuhi secepat-cepatnya
Ia juga mengaitkan penguatan perlindungan dengan peningkatan kompetensi PMI agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dan memperoleh posisi lebih baik di pasar global. Penguatan sistem perlindungan diharapkan berjalan paralel dengan langkah peningkatan keterampilan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...