Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU di Jombang
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026 untuk menghadiri penutupan Muktamar Ke-23 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Kepala Negara dan rombongan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, sekitar pukul 09.30 WIB dan melanjutkan perjalanan ke lokasi muktamar.
Itinerary kunjungan
Berdasarkan keterangan dari Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas tiba di Juanda pada pagi hari. Setelah mendarat, rombongan langsung bergerak menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas untuk mengikuti rangkaian penutupan muktamar.
Pesan Presiden kepada peserta
Pada sambutan sebelumnya saat membuka muktamar pada Jumat, 27 Agustus 2026, Presiden menegaskan penghargaan terhadap peran NU dalam sejarah bangsa. Ia menyebutkan jasa besar organisasi itu dalam perjuangan kemerdekaan dan menganggap kehadirannya sebagai kehormatan pribadi.
"Ini kehormatan besar bagi saya. Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah yang sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,"
Presiden kemudian mengingatkan agar kontribusi para ulama tetap dikenang. Ia meminjam istilah Jas Merah dan mengubahnya menjadi Jas Ijo sebagai penekanan pada jasa ulama.
"Kalau Bung Karno mengatakan Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan Jas Ijo, jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,"
NU dan peran strategis
Presiden menilai Nahdlatul Ulama sebagai aset bangsa yang besar, sejajar dengan organisasi lain seperti Muhammadiyah. Ia mengakui dukungan kedua organisasi tersebut dalam perjalanan politiknya hingga mencapai jabatan Presiden Republik Indonesia.
Rombongan yang mendampingi
Beberapa menteri turut mendampingi Presiden selama kunjungan ke Jawa Timur. Mereka hadir untuk mendukung kegiatan kenegaraan sekaligus menunjukkan penghormatan kepada organisasi keagamaan.
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
Implikasi dan tindak lanjut
Kehadiran Presiden pada penutupan muktamar mempertegas hubungan negara dengan organisasi keagamaan besar. Kunjungan itu juga menjadi momen pengakuan atas kontribusi ulama dalam sejarah dan politik nasional.
Setelah penutupan, Presiden diperkirakan melanjutkan agenda kenegaraan lain sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Sekretariat Presiden.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Tegaskan Penipuan: Waspada Oknum Catut Nama Sudaryono
BGN mengingatkan mitra SPPG waspada oknum yang mengaku bisa buka dapur MBG berbayar; laporkan ke polisi jika...
Komisi III: 13 Jenis Kejahatan Diusulkan Masuk RUU Perampasan Aset
Komisi III DPR sebut 13 jenis tindak pidana diusulkan masuk RUU Perampasan Aset; publik khawatir aturan bisa...
KPU Lantik 4 Pejabat Eselon I untuk Perkuat Kinerja Setjen
KPU melantik empat Pejabat Eselon I pada 26 Agustus 2026 untuk memperkuat kinerja Setjen dan tata kelola adm...
Menko Muhaimin: Pesantren Harus Kuasai AI dan Ekonomi Digital
Menko Muhaimin mendorong pesantren kuasai AI dan ekonomi digital untuk memperkuat pendidikan serta kemandiri...
Kemenekraf Perkuat Pelaku Ekraf Aceh Tamiang Pascabencana
Kemenekraf dan BSI beri literasi, pendampingan, pembiayaan relaksasi, dan modal Rp1 juta per pelaku untuk pe...
Menteri PPPA: Anak Jangan Dilibatkan dalam Sengketa Sekolah Pamulang
Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta anak tak dilibatkan dalam sengketa sekolah di Pamulang dan mengimbau agar...