Menko Muhaimin: Pesantren Harus Kuasai AI dan Ekonomi Digital
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar meminta pesantren memperkuat penguasaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi digital, saat menghadiri pelatihan di Jombang, Jawa Timur, Jumat 28 Agustus 2026. Ia menilai langkah itu penting untuk menghadapi perubahan kebutuhan kompetensi yang semakin cepat.
Pesantren sebagai pusat ilmu dan ekosistem ekonomi
Muhaimin menegaskan pesantren memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan keagamaan sekaligus ekosistem sosial dan ekonomi di masyarakat. Karena itu, pesantren perlu membangun budaya belajar yang berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
"Pesantren dilahirkan untuk menjadi pusat kajian dan ilmu pengetahuan, bukan sekadar tempat mengaji. Pesantren harus terus-menerus menyadari kewajibannya untuk memosisikan diri sebagai pusat ilmu pengetahuan,"
AI dan ekonomi digital untuk transformasi pendidikan
Menurut Muhaimin, AI dan ekonomi digital bukan hanya alat pembelajaran. Teknologi ini dapat memperluas akses pengetahuan dan membuka peluang ekonomi baru bagi pesantren dan santri.
Ia menyebut perubahan kompetensi berjalan sangat cepat. Oleh karena itu, pesantren perlu membekali santri dengan keterampilan relevan untuk kebutuhan masa depan.
Dampak terhadap santri dan masyarakat sekitar
Penguatan kapasitas teknologi di pesantren diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki keterampilan adaptasi, jiwa kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi. Hal ini penting untuk mempercepat dampak sosial-ekonomi di lingkungan pesantren.
Muhaimin mengapresiasi Forum Pengasuh dan Pengelola Pesantren yang menginisiasi pelatihan tersebut. Ia menilai program pelatihan dapat mempercepat kemampuan pesantren merespons perkembangan teknologi.
Langkah konkret dan prospek ke depan
Muhaimin mengajak pesantren mengelola potensi dan aset produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan pendidikan. Penguatan pendidikan harus berjalan bersamaan dengan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.
"Transformasi sejati adalah transformasi yang berangkat dari potensi yang ada, bukan dari hal yang mengada-ada. Potensi yang ada dikembangkan dan ditumbuhkan untuk menjadi kekuatan yang produktif,"
Dengan penguatan tersebut, pesantren diharapkan menjadi pusat inovasi lokal yang menghasilkan manfaat luas. Santri yang terampil diproyeksikan menjadi penggerak perubahan dan pencipta lapangan kerja baru.
Ke depan, agenda pelatihan serupa akan menjadi kunci agar pesantren terus beradaptasi dengan laju inovasi teknologi dan menempatkan diri sebagai motor pembangunan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Tegaskan Penipuan: Waspada Oknum Catut Nama Sudaryono
BGN mengingatkan mitra SPPG waspada oknum yang mengaku bisa buka dapur MBG berbayar; laporkan ke polisi jika...
Komisi III: 13 Jenis Kejahatan Diusulkan Masuk RUU Perampasan Aset
Komisi III DPR sebut 13 jenis tindak pidana diusulkan masuk RUU Perampasan Aset; publik khawatir aturan bisa...
KPU Lantik 4 Pejabat Eselon I untuk Perkuat Kinerja Setjen
KPU melantik empat Pejabat Eselon I pada 26 Agustus 2026 untuk memperkuat kinerja Setjen dan tata kelola adm...
Kemenekraf Perkuat Pelaku Ekraf Aceh Tamiang Pascabencana
Kemenekraf dan BSI beri literasi, pendampingan, pembiayaan relaksasi, dan modal Rp1 juta per pelaku untuk pe...
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU di Jombang
Presiden Prabowo bertolak ke Jombang untuk menutup Muktamar Ke-23 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakb...
Menteri PPPA: Anak Jangan Dilibatkan dalam Sengketa Sekolah Pamulang
Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta anak tak dilibatkan dalam sengketa sekolah di Pamulang dan mengimbau agar...