Lampu Jalan Padam di Santan-Ingin Jaya, Warga Minta Perbaikan
ACEH BESAR — Lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruas nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di sekitar Gampong Santan dan Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, dilaporkan sudah lama tidak berfungsi. Kondisi itu membuat warga dan pengguna jalan khawatir akan keselamatan pada malam hari, terutama saat lalu lintas masih ramai.
Lampu Mati, Risiko Keselamatan Meningkat
Warga menilai minimnya penerangan meningkatkan potensi kecelakaan dan menurunkan rasa aman pengguna jalan. Kejadian paling dikeluhkan muncul pada malam hari ketika pengendara melintas di ruas yang seharusnya terang.
Salah seorang warga yang melintas pada Jumat (7/8) malam mengeluhkan kondisi tersebut dan meminta agar perbaikan segera dilakukan.
Sudah lama sekali lampu jalan di sini tidak hidup. Apakah lampu jalan utama harus bayar token listrik dulu supaya menyala?
Dampak pada Aktivitas Ibadah dan Mobilitas Warga
Selain pengendara, masyarakat setempat juga mengkhawatirkan keamanan jemaah yang beribadah di mushalla pinggir jalan. Pada malam hari, mushalla tersebut ramai dikunjungi warga, sehingga kondisi gelap dinilai berisiko saat menyeberang atau keluar-masuk area.
Warga menyebut kondisi gelap tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga mengurangi kenyamanan beribadah dan mobilitas warga di lingkungan sekitar.
Harapan Warga dan Permintaan Tindakan
Warga setempat meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera menanggapi keluhan ini dengan langkah perbaikan. Mereka berharap perbaikan dilakukan cepat agar ruas jalan kembali terang dan aman.
- Perbaikan atau penggantian lampu PJU yang rusak.
- Peninjauan aliran listrik dan instalasi agar PJU dapat berfungsi stabil.
- Peningkatan patroli atau penerangan sementara sambil menunggu perbaikan permanen.
Dengan tindakan tersebut, diharapkan risiko kecelakaan menurun dan aktivitas malam hari, termasuk salat malam di mushalla, dapat berlangsung lebih aman.
Langkah Selanjutnya
Warga menunggu respons resmi dari dinas terkait untuk jadwal perbaikan. Penanganan cepat dianggap penting karena lokasi merupakan jalur nasional yang dilewati banyak kendaraan setiap malam.
Jika perbaikan dilakukan segera, diharapkan ruas Banda Aceh–Medan di sekitar Santan dan Meunasah Krueng kembali layak dilalui dan aman bagi semua pengguna jalan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
ASPERA Mini Studio: Transformasi Digital Pembelajaran Speaking SAS
ASPERA Mini Studio hadir sebagai sistem pembelajaran speaking digital di SAS, memadukan studio, multimedia,...
Subulussalam Beringin Menuju Desa Definitif, BIG Lakukan Verifikasi Batas
Desa Persiapan Subulussalam Beringin menjalani verifikasi batas wilayah oleh BIG setelah peroleh kode regist...
Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Lonjakan Perceraian dan Kekerasan Anak
Ketua DPRK Banda Aceh kunjungi Mahkamah Syar'iyah, soroti lebih dari 300 perkara perceraian Jan–Sep 2026 dan...
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...