KIP Kuliah 2026: 85.390 Mahasiswa dari Wilayah 3T Terjangkau
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 telah menjangkau 85.390 mahasiswa3T (terdepan, terluar, tertinggal). Angka itu setara 10,2 persen dari total 840.792 penerima KIP Kuliah yang masih aktif pada semester genap 2026. Pernyataan ini disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Sebaran penerima KIP Kuliah menurut jenis perguruan tinggi
Qodari merinci sebaran penerima berdasarkan jenis perguruan tinggi. Dari total penerima di perguruan tinggi negeri (PTN), sebagian berasal dari wilayah 3T. Begitu pula pada perguruan tinggi swasta (PTS).
"Dari 380.741 mahasiswa penerima di PTN, 41.631 di antaranya atau 10,9 persen berasal dari wilayah 3T. Sementara dari 460.051 mahasiswa penerima di PTS, 43.759 mahasiswa atau 9,5 persen berasal dari wilayah 3T juga,"
Perbedaan antara asal dan lokasi kuliah
Qodari menekankan ada perbedaan penting antara mahasiswa yang berasal dari wilayah 3T dan mahasiswa yang benar-benar menempuh kuliah di perguruan tinggi yang berlokasi di wilayah 3T. Data menunjukkan sebagian besar mahasiswa 3T memilih melanjutkan studi di luar daerah asalnya.
"Sebanyak 85.390 mahasiswa memang berasal dari kabupaten/kota daerah khusus 3T. Namun, yang benar-benar menempuh kuliah di perguruan tinggi yang berlokasi di wilayah 3T hanya 45.348 mahasiswa,"
Data ringkas penerima KIP Kuliah 2026
Berikut ringkasan angka penting terkait penerima KIP Kuliah pada 2026:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Total penerima aktif (semester genap) | 840.792 |
| Penerima dari wilayah 3T (berasal) | 85.390 |
| Penerima di PTN (total) | 380.741 |
| Penerima PTN dari 3T | 41.631 |
| Penerima di PTS (total) | 460.051 |
| Penerima PTS dari 3T | 43.759 |
| Mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi di wilayah 3T | 45.348 |
Anggaran dan target program
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15,3 triliun untuk program KIP Kuliah pada 2026. Anggaran itu ditujukan untuk mencapai target 1.047.221 mahasiswa penerima. Menurut Qodari, capaian saat ini menunjukkan program tidak hanya menyasar mahasiswa di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah khusus yang menghadapi kendala akses pendidikan tinggi.
Dampak dan prospek
Capaian KIP Kuliah pada 2026 memperlihatkan upaya perluasan akses pendidikan tinggi ke wilayah 3T. Namun data perbedaan antara asal mahasiswa dan lokasi perguruan tinggi menunjukkan tantangan distribusi kesempatan belajar yang masih harus diatasi, misalnya melalui peningkatan kualitas dan akses fasilitas pendidikan di wilayah 3T.
Ke depan, pengawasan penyaluran, peningkatan fasilitas kampus di daerah 3T, dan program afirmasi lain diperlukan agar mahasiswa dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal benar-benar dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan wilayah asalnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Korban Gempa NTT
Ansory Siregar minta BNPB laporkan kebutuhan lapangan; DPR akan perjuangkan pendanaan untuk korban gempa NTT...
Ombudsman Mulai Ukur Kerugian Publik yang Diselamatkan
Ombudsman RI mulai mengukur nilai kerugian publik yang berhasil diselamatkan lewat penanganan laporan masyar...
Komisi II Minta Ombudsman Cek Kepala Daerah dalam Pelaksanaan MBG
Komisi II minta Ombudsman periksa keterlibatan kepala daerah dalam pelaksanaan MBG dan dorong penutupan SPPG...
Habibur Rochman Bantah Terlibat Pemblokiran Rekening Pati
Habibur Rochman membantah namanya dicatut dalam kasus pemblokiran rekening donasi warga Pati dan minta masya...
BPOM Terbitkan Peraturan Baru untuk Keamanan Kemasan Pangan
BPOM terbitkan Peraturan Nomor 11/2026 untuk memperketat keamanan kemasan pangan dan mengatur zat kontak pan...
Komisi VIII Dorong Kemensos Perkuat Perlindungan Korban Gempa NTT
Selly Andriany Gantina mendesak Kemensos memperkuat perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi bagi korban ge...