DPR Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Korban Gempa NTT
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, menegaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi prioritas utama. Pernyataan itu disampaikan saat meninjau langsung penanganan bencana pada Senin, 24 Agustus 2026, dan DPR menyatakan siap memperjuangkan dukungan pendanaan jika masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi.
Komitmen DPR untuk dukungan pendanaan
Ansory meminta agar kondisi dan daftar kebutuhan di lapangan disampaikan secara terbuka kepada Komisi VIII. Ia menekankan fungsi DPR bukan hanya pengawasan, tetapi juga memperjuangkan alokasi dana bila diperlukan.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat korban gempa dapat berubah seiring proses penanganan dan pemulihan, sehingga pembaruan data menjadi penting agar dukungan bisa tepat sasaran.
Permintaan konkret kepada BNPB
Ansory meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar menyampaikan secara rinci berbagai kebutuhan dan kendala yang ditemui selama operasi tanggap darurat. Informasi tersebut diperlukan untuk tindak lanjut DPR melalui fungsi pengawasan dan fasilitasi anggaran.
"Kalau bisa, apa yang kurang silakan disuarakan. Sampaikan ke Komisi VIII, kita perjuangkan pendanaannya,"
Pentingnya keterbukaan informasi di era digital
Politikus itu juga mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi di tengah perkembangan media digital dan media sosial. Ia berargumen bahwa informasi kondisi masyarakat tersebar cepat, sehingga pemerintah harus merespons berdasarkan fakta lapangan.
"Jangan sungkan-sungkan melaporkan ke pusat apa yang terjadi di lapangan. Kalau memang itu kurang benar, bicara langsung, kalau ada kekurangan, bicara langsung, jangan ditutup-tutupi,"
Ansory menambahkan, dalam dunia maya saat ini, penanganan bencana tidak dapat ditutupi, sehingga transparansi menjadi kunci untuk mempercepat intervensi yang tepat.
Langkah berikutnya
Komisi VIII membuka jalur komunikasi bagi BNPB dan instansi terkait untuk menyampaikan kebutuhan darurat maupun pemulihan. DPR akan memproses laporan tersebut melalui mekanisme pengawasan dan usulan anggaran bila diperlukan.
Dengan langkah ini, DPR berharap bantuan yang disalurkan bisa memenuhi kebutuhan korban secara tepat waktu dan sesuai kondisi riil di lokasi bencana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...