Nasional

KIP Kuliah Luluskan 610 Ribu Mahasiswa sejak 2020

Bagikan:
Ilustrasi mahasiswa penerima KIP Kuliah menerima bantuan biaya pendidikan

Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah telah menghasilkan lebih dari 610 ribu lulusan sejak diluncurkan pada 2020. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhamad Qodari menyampaikan data itu dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026, sekaligus menyoroti jumlah penerima aktif dan proses penilaian keberlanjutan studi.

Rekap lulusan berdasarkan jenjang

Berdasarkan data Kemendiktisaintek per Agustus 2026, sebanyak 526.928 penerima KIP Kuliah telah menyelesaikan jenjang sarjana atau sarjana terapan. Selain itu, 83.561 mahasiswa menyelesaikan pendidikan pada jenjang diploma. Total lulusan itu menempatkan program sebagai salah satu skema beasiswa besar sejak era Bidikmisi.

Sejak diluncurkan pada 2020 sebagai lanjutan program Bidikmisi, KIP Kuliah rata-rata menjaring sekitar 200.000 mahasiswa baru setiap tahunnya.

— Muhamad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Jumlah penerima aktif dan titik tertinggi

Pada Agustus 2026 tercatat 840.792 mahasiswa masih aktif menerima manfaat KIP Kuliah. Menurut Qodari, angka ini merupakan titik tertinggi jumlah penerima ongoing sepanjang periode pelaksanaan program.

Pada 2026 ini jumlah mahasiswa ongoing mencapai titik tertinggi sepanjang periode. Jumlahnya yaitu 840.792 mahasiswa.

— Muhamad Qodari

Cakupan program dan mekanisme bantuan

KIP Kuliah adalah kelanjutan program Bidikmisi yang fokus memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah. Bantuan terdiri dari biaya pendidikan yang dibayarkan langsung ke perguruan tinggi dan tunjangan biaya hidup yang disalurkan berkala ke rekening penerima.

Program ini tidak terbatas pada perguruan tinggi negeri. Pemerintah mencatat jangkauan meliputi ribuan perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia, sehingga akses bantuan lebih merata lintas wilayah dan jenis institusi.

Tracer study dan evaluasi keberlanjutan studi

Pemerintah sedang melakukan tracer study untuk menilai tingkat keberlanjutan studi penerima KIP Kuliah. Qodari menyatakan studi ini masih berjalan dan diperkirakan rampung pada akhir 2026. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi efektivitas program dan kebijakan lanjutan.

Dengan data lulusan dan penerima aktif ini, pemerintah berharap KIP Kuliah terus mengurangi hambatan ekonomi dan meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait