Ratusan Santri Keracunan di Sidoarjo, 316 Dirawat
SIDOARJO — Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, mengalami dugaan keracunan makanan pada Selasa sore (1/9/2026). DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans ke lokasi, sementara puluhan ambulans lain ikut mengevakuasi korban ke beberapa rumah sakit.
Respon darurat dan evakuasi
Dua ambulans milik DPC PDI Perjuangan bergerak ke pesantren setelah informasi awal masuk dari warga dan sumber di dalam ponpes. Gejala muncul pada rentang sore hari antara pukul 16.09 sampai 18.00, dengan keluhan mual, pusing, dan muntah pada sejumlah santri.
Petugas mengevakuasi korban ke beberapa fasilitas kesehatan. Antrean ambulans sangat banyak hingga beberapa korban akhirnya dilarikan ke Surabaya untuk perawatan lebih lanjut.
Rumah sakit tujuan evakuasi
Para santri dirawat di beberapa rumah sakit sekitar Tanggulangin. Rumah sakit yang disebut menerima pasien antara lain:
- RS Notopuro Sidoarjo
- RS Siti Hajar
- RS Delta Surya
- Rumah sakit lain di sekitar Tanggulangin dan beberapa ke Surabaya
Koordinasi politik dan medis
Selain tim ambulans, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi PDI Perjuangan turun langsung membantu koordinasi. Di antaranya Hj Kasipah dan Ketua DPC yang juga anggota DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, ikut meninjau proses penanganan di IGD RS Notopuro.
Rumah sakit menyediakan pembaruan data pasien secara berkala agar keluarga dapat mengakses informasi lokasi perawatan santri.
Pengakuan keluarga dan dugaan penyebab
Beberapa walisantri yang menunggu di rumah sakit menggambarkan kondisi anaknya. Rofidah, kakak salah satu santri, mengatakan adiknya dilarikan pada Magrib setelah keluhan mual pada sore hari.
"Sorenya mual. Karena makan tempenya tidak enak, sayur seperti basi," kata Rofidah, menirukan cerita sang adik.
Walisantri lain, Widyantoro, menyampaikan anaknya sempat membaik setelah perawatan namun kemudian muntah-muntah lagi saat akan pulang.
"Terus mau pulang lah kok muntah-muntah di depan RS. akhirnya sama dokternya disuruh masuk lagi," kata Widyantoro.
Dugaan terkait program MBG
Informasi yang beredar dan pernyataan resmi ponpes yang tersebar melalui brosur digital menengarai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemicu dugaan keracunan. Namun pihak yang meninjau lokasi menekankan keselamatan dan penanganan medis sebagai prioritas awal.
"Yang terpenting saat ini adalah memberikan pertolongan medis terbaik untuk para santri," kata Hari Yulianto.
Jumlah korban dan pembaruan data
Pembaruan dari pihak rumah sakit mencatat sejauh ini tercatat 316 pasien santri dilayani di RS Notopuro per Rabu (2/9/2026) pukul 02.52. Angka ini belum termasuk santri yang menerima perawatan di RS Siti Hajar, Delta Surya, dan fasilitas lain.
Pemerintah daerah, pihak pesantren, dan fasilitas kesehatan terus berkoordinasi untuk memastikan perawatan dan kepastian bagi keluarga santri.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Semangat 'Hambeging Bumi' Dorong Pembangunan Trenggalek
Hari Jadi ke-832 Trenggalek dengan tema Hambeging Bumi dimaknai untuk memperkuat gotong royong dan mendorong...
Jatim Wajibkan Kuota Kerja Disabilitas: Pemprov & BUMD 2%
Raperda Jatim mewajibkan Pemprov dan BUMD memenuhi kuota kerja penyandang disabilitas 2% dan perusahaan swas...
PDI Perjuangan Kirim 20 Ribu Liter Air ke Randuboto, Gresik
PDI Perjuangan Gresik mengirim 20 ribu liter air ke Desa Randuboto pada 1 September 2026 untuk merespons kek...
DPRD Minta Tambahan Rp149,62 Miliar Dialokasikan ke Layanan Dasar
DPRD Kota Malang minta kenaikan belanja 6,03% atau Rp149,62 miliar diprioritaskan untuk kesehatan, pendidika...
Kepemimpinan PBNU 2026-2031 Diharapkan Perkuat Konsolidasi
Kepemimpinan PBNU 2026-2031 diharapkan memperkuat konsolidasi sampai akar rumput dan memberi ruang lebih bes...
DPRD Jatim Tambah Rp4,6 M untuk 23 OPD dengan Syarat Kinerja
Komisi C DPRD Jatim rekomendasikan tambahan Rp4,6 miliar untuk 23 OPD pada P-APBD 2026 dengan syarat target...