Semangat 'Hambeging Bumi' Dorong Pembangunan Trenggalek
Trenggalek — Perayaan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek menegaskan pesan kebersamaan dan gotong royong yang diharapkan menjadi energi untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga. Momentum ini dimaknai tidak sekadar seremonial, tetapi sebagai ruang memperkuat persaudaraan dan optimisme masyarakat.
Novita: Hari Jadi harus lebih dari seremoni
Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII, Novita Hardini, menyatakan rangkaian acara harus dimanfaatkan untuk menguatkan kerja sama sosial. Ia menilai tradisi daerah memberi ruang bertemu antara pemerintah dan warga, sekaligus memupuk nilai-nilai kebersamaan.
"Tema yang diusung cocok dengan kondisi saat ini. Berkaitan lingkungan, mari jaga bersama dan lestarikan untuk kehidupan kelak juga,"
- Novita Hardini
Novita menekankan manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, gotong royong dan kepedulian kolektif krusial untuk menyelesaikan persoalan lokal dan mendorong pembangunan.
Makna tema "Hambeging Bumi"
Tema Hambeging Bumi diartikan sebagai ajakan menjaga keharmonisan dengan alam sekaligus ketulusan dalam berinteraksi antarmanusia. Tema ini menjadi benang merah yang mengingatkan bahwa kemajuan harus selaras dengan manfaat sosial dan kelestarian lingkungan.
Kirab pusaka dan antusiasme warga
Rangkaian puncak diawali dengan prosesi jamasan atau pembersihan pusaka, lalu kirab pusaka menuju Pendapa Manggala Praja Nugraha. Tradisi ini tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi momen perjumpaan pemerintah dan masyarakat.
- Prosesi jamasan pusaka kabupaten dan pusaka bupati.
- Kirab pusaka dari tempat persemayaman menuju pendapa.
- Rangkaian doa dan prosesi tradisi sebagai penutup.
Novita mengapresiasi tingginya antusiasme warga yang mengikuti kirab. Ia sempat berkeliling menyapa masyarakat, ikut mengambil air dari bak besar yang dipercaya memiliki nilai simbolis, serta melayani ajakan berfoto.
Dalam prosesi, Novita menumpang kereta kencana menuju pendapa, sementara Bupati berjalan kaki tanpa alas kaki di sepanjang perjalanan — simbol kedekatan dengan warga.
Harapan untuk masa depan Trenggalek
Novita berharap momentum Hari Jadi ke-832 menjadi pengungkit semangat kolektif untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Ia meminta tradisi tidak berhenti di upacara, tetapi menjadi dasar praktik gotong royong sehari-hari.
"Harapan saya, momentum ini membawa semangat bagi seluruh masyarakat Trenggalek untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,"
- Novita Hardini
Selain harapan kesejahteraan, Novita mengajak masyarakat menjadikan Hari Jadi sebagai ruang refleksi dan ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi daerah, termasuk terhindar dari bencana, kekeringan, dan kemiskinan.
Ketika budaya guyub dan tepo seliro terus dipertahankan, dan ketika pemerintah hadir bersama rakyat, Trenggalek dianggap memiliki modal sosial kuat untuk bergerak menuju pembangunan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Puan Dukung Penegakan 21 Badan Usaha Terkait Karhutla
Puan Maharani mendorong penegakan hukum transparan terhadap 21 badan usaha terkait karhutla seluas 11.404 ha...
Hasto Paparkan 5 Agenda Lawan Populisme Otoriter di Yogyakarta
Hasto Kristiyanto paparkan lima agenda strategis untuk melawan populisme otoriter dan memperkuat ketahanan d...
Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter untuk Padamkan Kebakaran Ijen
Bupati Banyuwangi minta helikopter water bombing untuk memadamkan puluhan titik api di kawasan Gunung Ijen;...
Pelantikan Pejabat Sumenep: Empat Kepala OPD Dilantik
Bupati Achmad Fauzi melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama di Paseban Agung Keraton Sumenep pada 4 S...
PDI Perjuangan Pagerwojo Lantik Ranting dan Anak Ranting 2026–2031
PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo melantik Ranting dan Anak Ranting 2026–2031 di Mulyosari, menyiapkan k...
Trenggalek Bidik 10 Besar Porprov Jatim 2027
Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas; hanya 15 dari 40 atlet dap...