ZoSS di Kabupaten Malang Masih Kekurangan, Hanya 26 dari 190 Lokasi
Surabaya — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai belum mencukupi kebutuhan keselamatan pelajar. Dari 190 lokasi sekolah yang telah terinventarisasi, baru 26 titik yang tercatat dilengkapi fasilitas ZoSS. Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendesak Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten Malang memetakan prioritas berdasarkan tingkat risiko kecelakaan.
Data dan kondisi saat ini
Inventarisasi menunjukkan ada 190 sekolah yang membutuhkan ZoSS, namun realisasinya sangat terbatas. Kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kabupaten Malang semakin padat, sehingga sekolah yang berada di jalur utama memiliki potensi kecelakaan lebih tinggi.
Menurut Dewanti, pembangunan ZoSS tidak bisa dilakukan sporadis. Pemetaan risiko diperlukan agar alokasi anggaran dan intervensi keselamatan tepat sasaran.
"Banyak kawasan sekolah di Kabupaten Malang yang berhadapan langsung dengan jalan raya utama atau jalan dengan arus lalu lintas yang sangat padat. Ini sangat rawan bagi anak-anak kita."
Ajakan sinergi antar instansi
Dewanti meminta Dishub Provinsi Jawa Timur duduk bersama Dishub Kabupaten Malang untuk menentukan titik prioritas. Dengan pemetaan bersama, pemerataan fasilitas ZoSS dapat berbasis data dan indikator risiko yang jelas.
"Dishub Provinsi Jawa Timur perlu duduk bersama dengan Dishub Kabupaten Malang untuk melihat titik-titik mana yang paling rawan. Dari sana kita bisa menentukan prioritas pembangunan ZoSS."
Fasilitas yang perlu disiapkan
Dewanti menegaskan ZoSS harus dibuat komprehensif, tidak hanya berupa marka jalan. Fasilitas harus mampu menurunkan kecepatan kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan pengemudi.
- Marka jalan berwarna mencolok
- Pita penggaduh atau rumble strips
- Rambu peringatan dan pembatas kecepatan
- Pengaturan lalu lintas dan pemisahan jalur pejalan kaki
"Keselamatan generasi penerus kita tidak bisa ditawar. Infrastruktur jalan yang aman di lingkungan sekolah adalah hak anak-anak yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah."
Langkah ke depan dan implikasi
Dewanti berharap hasil pemetaan menjadi dasar penganggaran pada tahun berikutnya. Sekolah dengan tingkat kerawanan tertinggi diharapkan jadi prioritas penerima fasilitas ZoSS.
Selain infrastruktur, dia juga mendorong program edukasi keselamatan dan pengawasan di area sekolah. Menurutnya, keselamatan pelajar butuh keterlibatan pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Dengan sinergi lintas instansi dan pemetaan berbasis risiko, Dewanti berharap kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan ZoSS di Kabupaten Malang dapat diperkecil. Pemerintah diminta hadir lebih proaktif mencegah kecelakaan sebelum terjadi.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Puan Dukung Penegakan 21 Badan Usaha Terkait Karhutla
Puan Maharani mendorong penegakan hukum transparan terhadap 21 badan usaha terkait karhutla seluas 11.404 ha...
Hasto Paparkan 5 Agenda Lawan Populisme Otoriter di Yogyakarta
Hasto Kristiyanto paparkan lima agenda strategis untuk melawan populisme otoriter dan memperkuat ketahanan d...
Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter untuk Padamkan Kebakaran Ijen
Bupati Banyuwangi minta helikopter water bombing untuk memadamkan puluhan titik api di kawasan Gunung Ijen;...
Pelantikan Pejabat Sumenep: Empat Kepala OPD Dilantik
Bupati Achmad Fauzi melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama di Paseban Agung Keraton Sumenep pada 4 S...
PDI Perjuangan Pagerwojo Lantik Ranting dan Anak Ranting 2026–2031
PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo melantik Ranting dan Anak Ranting 2026–2031 di Mulyosari, menyiapkan k...
Trenggalek Bidik 10 Besar Porprov Jatim 2027
Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas; hanya 15 dari 40 atlet dap...